Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mengenali Museum Mpu Purwa, Destinasi Wisata Sejarah di Malang

Aditya Novrian • Jumat, 27 Desember 2024 | 00:00 WIB
museum mpu purwa Malang (source: google maps image)
museum mpu purwa Malang (source: google maps image)

RADAR MALANG. Museum Mpu Purwa menawarkan pengalaman wisata sejarah yang menarik untuk akhir pekan.

Berlokasi di Perumahan Griya Shanta, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Malang, museum ini menjadi rumah bagi berbagai cagar budaya khas Malang Raya, dengan koleksi utamanya berupa arca.

Museum ini menyimpan artefak dari lima kerajaan bersejarah, yaitu Kanjuruhan, Mataram Kuno, Kediri, Singhasari, dan Majapahit.

Secara keseluruhan, terdapat 136 koleksi benda bersejarah yang dipamerkan. Salah satu koleksi unggulan adalah Arca Ganesha Tikus, yang diyakini sebagai satu-satunya di Indonesia.

Museum ini terdiri atas dua lantai. Di lantai pertama, pengunjung dapat melihat berbagai arca, teks Sumpah Palapa Gajah Mada, informasi mengenai Candi Badut, Situs Karuman, hingga Batu Kenong.

Sementara di lantai dua, sisi kiri menampilkan diorama tentang Pertempuran Ganter dan kisah-kisah Majapahit, sedangkan sisi kanan memamerkan lebih banyak arca dan patung-patung bersejarah.

Salah satu diorama menarik menggambarkan Raja Gajayana dari Kerajaan Kanjuruhan memberikan restu kepada Uttejena, sang pewaris takhta.

Untuk masuk ke Museum Mpu Purwa, pengunjung hanya perlu memindai kode QR di meja depan sebagai tanda pengisian buku tamu. Biaya masuk gratis, menjadikannya destinasi ramah kantong.

Fasilitas yang tersedia cukup memadai, seperti ruang ber-AC, penerangan yang baik, dan area parkir motor yang dilengkapi kanopi.

Sebelum berdirinya museum ini, berbagai benda cagar budaya di Malang kurang terurus.

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Malang menyimpan koleksi tersebut di salah satu gedung miliknya sebelum akhirnya dipindahkan ke gedung bekas SDN Mojolangu 2 oleh Dinas Pendidikan.

Pada periode 1999–2002, upaya evakuasi benda-benda tersebut dilakukan bekerja sama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan (BPCB).

Balai Penyelamatan Cagar Budaya didirikan pada 2003, dan Museum Mpu Purwa resmi beroperasi pada 2 Mei 2004 dengan peresmian oleh Wali Kota Malang, Peni Suparto.

Dukungan pemerintah terus berlanjut hingga tahun 2014, saat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan bantuan untuk menjadikannya museum percontohan di Jawa Timur, khususnya dalam bidang arca.

Museum Mpu Purwa bukan sekadar tempat penyimpanan artefak, tetapi juga ruang edukasi dan pelestarian budaya yang layak menjadi destinasi wisata. Sudahkah Anda merencanakan kunjungan ke museum bersejarah ini? (Silvia)

Editor : Aditya Novrian
#sejarah #museum mpu purwa #wisata malang #Edukatif #museum malang