MALANG KOTA - Belum lengkap rasanya jika berkunjung ke Malang tanpa mencicipi bakso.
Kota yang dikenal sebagai surganya bakso ini memang dipenuhi penjaja bakso di setiap sudut.
Mulai dari penjual gerobakan hingga yang memiliki kedai sendiri.
Ssemuanya menawarkan cita rasa khas yang menggugah selera.
Baca Juga: Bakso Mercon Cak Kar, Uji Nyali bagi Penggila Pedas di Malang
Namun, di salah satu sudut Malang, terdapat penjual bakso yang menawarkan konsep unik.
Yaitu Bakso Kejujuran Polkesma Malang.
Pelanggan dipersilakan mengambil bakso sendiri.
Lalu membayar sesuai jumlah yang diambil dengan kejujuran sebagai prinsip utamanya.
Konsep ini pun menarik perhatian banyak orang.
Baca Juga: Nikmati Bakso Lezat dan Hemat Bakso Muslim di Sumbersari, Pentol Mulai Rp2.000
Khususnya di kalangan mahasiswa.
Bakso Kejujuran ini dijual menggunakan motor dan ngetem di depan Gerbang Polkesma.
Tepatnya di Jl. Jakarta, Kota Malang.
Selain konsep nya yang unik, harga yang ditawarkan juga tidak kalah menarik.
Mulai 500 perak saja untuk gorengan, mie, dan tahu.
Sedangkan, harga pentolnya hanya Rp 1.000.
Dengan harga yang sangat ramah di kantong, tak heran jika Bakso Kejujuran Polkesma ini selalu ramai pembeli.
Terlebih, lokasinya yang strategis di kawasan kampus membuat tempat ini menjadi langganan para mahasiswa yang mencari camilan murah meriah.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Bakso di Sawojajar Malang
Meski harganya terjangkau, rasa bakso di sini tetap lezat dan memuaskan.
Pentolnya kenyal dengan cita rasa gurih.
Ditambah dengan gorengan renyah yang cocok disantap bersama kuah hangat.
Pelanggan juga bebas menambahkan mie atau tahu sesuai selera, menjadikan pengalaman makan bakso di sini semakin berkesan.
Baca Juga: Bakso Sudi Mampir Sukun: Kuliner Wajib bagi Pecinta Bakso di Malang
Sistem kejujuran yang diterapkan pun menciptakan suasana yang berbeda.
Sseolah mengajak pembeli untuk ikut menjaga nilai kepercayaan bersama.
Bagi yang ingin mencicipi bakso dengan pengalaman unik, Bakso Kejujuran Polkesma bisa menjadi pilihan tepat saat berada di Malang. (rsy)
Editor : Aditya Novrian