Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ketupat Bukan Cuma Buat Lebaran! Intip 10 Ragam Olahan Ketupat Khas Nusantara yang Penuh Makna

Aditya Novrian • Jumat, 4 April 2025 | 20:00 WIB

Ilustrasi foto ketupat (freepik.com/odua)
Ilustrasi foto ketupat (freepik.com/odua)

Saat perayaan Lebaran, ketupat menjadi hidangan khas yang hampir selalu hadir di meja makan.

Namun, ternyata ketupat memiliki beragam variasi di berbagai daerah di Indonesia.

Ketupat sendiri merupakan makanan berbahan dasar beras yang dimasukkan ke dalam anyaman pucuk daun kelapa berbentuk segi empat.

Baca Juga: Setelah Lebaran, Apa yang Paling Dicari? Jawabannya Bukan Ketupat!

Dilansir dari detik.com, ketupat pertama kali dikenalkan pada abad ke-15 pada masa kerajaan Demak.

Sunan Kalijaga menggunakan ketupat sebagai bagian dari dakwah islam yang berkaitan dengan budaya lokal.

Ketupat memiliki makna simbolis, kata "ketupat" (empat tindakan di hari Lebaran). 

Ternyata bentuk ketupat sangat beragam di setiap daerah Indonesia,

Berikut beberapa variasi ketupat yang ditemukan di berbagai wilayah: 

1. Ketupat Sipulut (Sumatera Barat)

Bentuk ketupat ini memang sama seperti ketupat pada umumnya yaitu segi empat tetapi memiliki tekstur yang lebih lembut dan lengket.

Bagian luar ketupat dilumuri santan kental untuk menambah cita rasa gurih. 

Baca Juga: Lebaran Tidak Hanya Ketupat dan Opor, Ini Dia Hidangan Khas dari Berbagai Daerah, Ternyata Ini Khasnya Kota Malang!

2. Ketupat Bareh (Minang, Sumatra Barat & Sibolga, Sumatera Utara)

Ketupat yang terbuat dari  beras putih dan dimasak dengan santan agar menghasilkan rasa gurih yang lekat.

Ketupat Bareh biasanya disajikan bersama sambal kelapa dan ikan asam padeh. 

3. Ketupat Glabed (Tegal, Jawa Tengah) 

Ketupat Glabed populer karena ucapan orang Tegal "glabed" ketikan mengekspresikan kuah kental kuning kental yang menjadi hidangan pendamping ketupat.

Ketupat glabed biasanya juga disajikan dengan sate ayam atau sate kambing.

Baca Juga: Lebaran Identik dengan Ketupat dan Opor Ayam? Kenali Filosofi Ketupat dan Opor Ayam Sebagai Simbol Permintaan Maaf dan Kesucian di Hari Lebaran

4. Ketupat Landan (Banjarnegara, Jawa Tengah) 

Nama "landan" sendiri berasal dari sebutan untuk air abu pelepah kelapa.

Tak heran, ketupat ini memiliki warna merah kehitaman.

Ketupat landan dibungkus dengan anyaman klontong janur.

Sebelum dimasak, ketupat diisi dengan beras yang sudah dicuci bersih.

Proses memasaknya menggunakan air rendaman abu pelepah kelapa.

Air yang digunakan dipilih dari bagian yang jernih setelah abu mengendap di dasar tungku.

Baca Juga: Mudik Makin Manis Cicipi 8 Rekomendasi Jajanan Khas dari Berbagai Daerah Yang Populer Saat Lebaran, Wajib Bawa Pulang!

5. Ketupat Kapau (Pekanbaru, Riau)

Ketupat kapau memiliki ciri khas berbungkus daun kapau yang membuat ketupat tidak berubah warna dan tetap putih bersih.

Selain itu, penggunaan daun kapau juka dipercaya dapat membuat ketupat tahan lama.

6. Ketupat Pandan (Sulawesi selatan)

Seperti namanya, ketupat pandan dibungkus dengan daun pandan yang berukuran besar dan berduri.

Meskipun berasal dari Sulawesi Selatan, ketupat pandan dapat ditemui di berbagai daerah.

Baca Juga: Tiga Kuliner di Sawojajar Malang yang Wajib Dicoba ketika Lebaran

7. Ketupat Cabuk Rambak (Solo)

Di Solo, ketupat cabuk rambak disajikan dengan cara mengiris tipis ketupat dan disiram dengan sambal wijen yang dicampur dengan kemiri serta kelapa parut gongseng.

Perpaduan rasa pedas dan gurih semakin lengkap ketika disajikan dengan kerupuk nasi bernama karak.

8. Ketupat Bongo/Bongko (Tegal, Jawa Tengah)

Ketupat bongo kerap disajikan dengan sayur tempe yang telah melewati proses fermentasi sehingga memberikan cita rasa sedikit asam yang alami.

Rasa ketupat bongo memang cukup unik dan menarik.

9. Ketupat Blegong (Tegal, Jawa Tengah)

Masih ada yang tersisa dari tegal yaitu ketupat blegong yang masih satu rumpun dengan ketupat glabed tetapi dengan tambahan daging blengong.

Daging blengong sendiri merupakan daging hewan persilangan bebek dan angsa yang menghasilkan daging dengan tekstur lebih padat dan rasa yang khas.

Baca Juga: Opor Ayam: Sejarah, Makna, dan Resep Kelezatannya yang Selalu Hadir di Meja Lebaran

10. Ketupat Babanci (Jakarta)

Ketupat Betawi yang sering disebut Babanci ini disajikan dengan kuah santan gurih yang dan berisi daging sapi.

Sayangnya, kelezatan ketupat bebanci sudah jarang ditemui.

Dengan keberagaman jenis ketupat yang ada, setiap daerah di Indonesia memiliki cara unik dalam menikmati hidangan ini.

Ketupat bukan hanya makanan khas Lebaran, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan memiliki makna mendalam dalam budaya Indonesia.(NR)

Editor : Aditya Novrian
#Ketupat Babanci #lebaran #indonesia #ketupat