Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Baru Dibuka, Ditutup Lagi: Pendakian Gunung Semeru Diperpanjang Akibat Cuaca dan Erupsi Beruntun

Aditya Novrian • Jumat, 11 April 2025 | 23:10 WIB

Gunung Semeru (Tripadvisor.com).
Gunung Semeru (Tripadvisor.com).

RADAR MALANG - Harapan para pendaki untuk kembali menapaki jalur Gunung Semeru harus kembali tertunda. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) resmi memperpanjang penutupan sementara jalur pendakian hingga 8 Februari 2025. Keputusan ini diambil menyusul cuaca ekstrem yang terjadi sepanjang Januari serta meningkatnya aktivitas vulkanik di gunung tertinggi Pulau Jawa tersebut.

“Keputusan ini kami ambil sebagai langkah antisipatif untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan memastikan keselamatan dan kenyamanan pengunjung dari ancaman bencana alam yang dipicu oleh cuaca ekstrem,” ujar Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, Jumat (17/1/2025).

Baca Juga: Tiga Kelurahan di Malang Terimbas Abu Vulkanik dari Erupsi Gunung Semeru

Perpanjangan ini tertuang dalam surat pengumuman resmi nomor PG.2/T.8/TU/KSA.5.1/B/01/2025. Selain berdasarkan rekomendasi BMKG, keputusan tersebut juga merujuk pada hasil pengecekan langsung petugas lapangan di sepanjang jalur pendakian yang sempat dibuka kembali pada 23 Desember 2024 setelah lima tahun ditutup akibat kebakaran, pandemi COVID-19, dan erupsi beruntun.

Namun sayangnya, jalur yang baru saja menyambut kembali para pendaki itu harus kembali ditutup hanya dalam hitungan hari. Bahkan, hanya sekitar 386 pendaki yang tercatat mengunjungi area Ranu Kumbolo selama masa pembukaan terbatas hingga 1 Januari 2025. Jalur pun belum dibuka penuh hingga Kalimati atau Mahameru demi alasan keselamatan.

Baca Juga: Terdapat 59 Titik Ladang Ganja Ditemukan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Semeru memang belum sepenuhnya tenang. Kamis pagi (10/4/2025), gunung yang berada di perbatasan Lumajang dan Malang ini tercatat mengalami lima kali erupsi. Tinggi letusan mencapai hingga 800 meter, dengan kolom abu mengarah ke barat daya. Letusan ini masih terus berlangsung hingga laporan dibuat.

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 150 detik,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto.

Baca Juga: Gunung Semeru Kembali Erupsi Hingga Lima Kali, Warga Dihimbau Untuk Tetap Waspada

Gunung Semeru masih berstatus Waspada (Level II), dengan sejumlah rekomendasi dari PVMBG, termasuk larangan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah, serta sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer karena risiko awan panas dan lahar.

Sempat ramai juga beredar informasi simpang siur di media sosial bahwa jalur pendakian Semeru akan dibuka kembali pada Mei 2025. Namun, BB TNBTS menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. “Tunggu informasi resmi dari kami. Website booking saat ini masih dalam tahap uji sistem,” tulis akun resmi @bbtnbromotenggersemeru via Instagram Story.

Baca Juga: Baru Sepekan Dibuka, Pendakian Gunung Semeru Kembali Ditutup Mulai 2 Januari

Publik diimbau untuk tidak mudah terpancing kabar tidak valid yang beredar di media sosial. Persiapan matang, baik mental maupun perlengkapan, tetap menjadi prioritas bagi siapa pun yang ingin menapaki Semeru saat resmi dibuka nanti.

“Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Semeru, lestari!” tulis akun komunitas @bromoproject.id, mengingatkan para pendaki untuk tidak hanya mencintai gunung saat cerah saja, tapi juga saat gunung meminta istirahat. (my)

Editor : Aditya Novrian
#gunung semeru #gunung indonesia #pendakian ditutup sementara #cuaca ekstrem #TNBTS #erupsi semeru