Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Asal Usul Makanan Terlezat Di Dunia: Sejarah Kuliner Minangkabau, Rendang

A. Nugroho • Selasa, 15 April 2025 | 22:45 WIB
Ilustrasi makanan rendang (pch.freepik)
Ilustrasi makanan rendang (pch.freepik)

DI balik kelezatan rendang yang mendunia tersimpan sejarah panjang yang bermula dari kebiasaan merantau masyarakat Minangkabau.

Pada abad ke-16, ketika para perantau Minang harus menempuh perjalanan berbulan-bulan ke Selat Malaka dengan kapal, mereka menciptakan teknik memasak khusus bernama "marandang", proses mengolah daging dengan santan dan rempah hingga kering sempurna.

Teknik inilah yang membuat rendang bisa bertahan hingga berbulan-bulan, menjadi bekal ideal untuk perjalanan jauh. 

Asal-usul rendang ternyata lebih tua dari yang diperkirakan.

Sejarawan menemukan jejaknya hingga masa Kerajaan Pagaruyung di bawah pemerintahan Raja Adityawarman (1347-1375 M), meski saat itu masih menggunakan daging kerbau.

Pengaruh kuliner India melalui pedagang Gujarat di abad ke-14 turut membentuk karakter rendang yang kita kenal sekarang, sebagai adaptasi lokal dari kari India yang dimodifikasi menjadi lebih kering dan awet. 

Keistimewaan rendang tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada makna filosofis yang dalam.

Setiap bahan utama dalam rendang mewakili unsur masyarakat Minang: daging sapi melambangkan pemimpin adat, kelapa sebagai simbol kaum intelektual, cabai mewakili ulama, dan bumbu menggambarkan masyarakat biasa.

Inilah mengapa rendang selalu hadir dalam setiap acara adat penting, dari kenduri hingga penyambutan tamu kehormatan, menjadi simbol persatuan dan harmoni sosial. 

Perjalanan rendang dari masakan tradisional menjadi ikon kuliner dunia tidak lepas dari budaya merantau orang Minang.

Rumah makan Padang yang tersebar di berbagai daerah menjadi duta budaya yang memperkenalkan rendang ke seluruh penjuru Nusantara bahkan hingga mancanegara.

Pengakuan internasional datang ketika CNN menobatkannya sebagai makanan terlezat dunia pada 2011, diikuti UNESCO pada 2019, meski kemudian memicu klaim dari negara tetangga. 

Proses memasak rendang yang memakan waktu berjam-jam bukan tanpa makna.

Teknik "marandang" yang sabar dan teliti mencerminkan karakter masyarakat Minang dalam menekuni kehidupan.

Semakin lama dimasak, semakin kaya rasa dan semakin awet ketahanannya, filosofi yang sejalan dengan ketekunan orang Minang dalam meraih kesuksesan.

Dari bekal sederhana para perantau hingga menjadi kebanggaan nasional, rendang telah menjelma menjadi lebih dari sekadar makanan, melainkan cerita tentang ketahanan, akulturasi budaya, dan identitas yang terus hidup dari generasi ke generasi. (sai)

Editor : A. Nugroho
#sejarah #minangkabau #rendang #kebiasaan #perantau #sejarah kuliner #abad ke 16 #Merantau #minang