Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ada Satu Pintu Besi untuk Menuju Jaringan Lebih Luas di Kafe Gedong Ijen

Bayu Mulya Putra • Rabu, 16 April 2025 | 19:45 WIB

BELUM GRAND LAUNCHING: Salah satu warga mengabadikan kunjungannya ke Kafe Gedong Ijen, beberapa hari lalu.
BELUM GRAND LAUNCHING: Salah satu warga mengabadikan kunjungannya ke Kafe Gedong Ijen, beberapa hari lalu.

Letak kafe Gedong Ijen tidak jauh dari perempatan di Jalan Besar Ijen. Berada tepat di samping gapura Ijen Nirwana.

Dari depan, tampak seperti bangunan kafe biasa. Untuk sampai bunker, pengunjung harus masuk ke dalam area kafe. Jalannya cukup sempit. Tinggi dan lebarnya hanya 160 x 160 sentimeter. 

”Atap bunker dengan lantai kafe ini dipisahkan satu meter oleh lapisan tanah dan beton. Kami juga sengaja tidak memasang WiFi supaya tidak banyak yang berlama-lama di bawah,” kata Mohamad Haris Ishaq, pemilik kafe Gedong Ijen.

Bunker tersebut memiliki total luas 80 meter persegi. Di dalamnya, ada empat ruangan dengan masingmasing luas lima meter persegi.

Baca Juga: Sensasi Makan Unik Bareng Bebek Cimi, Yuk Coba Serunya di Cimi Time Duck Cafe Malang!

Empat ruangan itu berfungsi layaknya rumah. Satu untuk ruang tamu, dua untuk tempat kumpul, dan satu untuk istirahat. Ada pula ruangan untuk dapur dan tempat penyimpanan alat komunikasi radio.

”Sekarang sudah tidak ada (alat komunikasi radionya), entah ke mana,” tambah pria berusia 49 tahun itu.

Sebelum menjadi kafe dan dimiliki Haris pada 2018, bunker itu berada dalam satu petak tanah rumah seorang pensiunan Satpol PP Kota Malang.

Pada 2018 lalu, tim dari Pemkot Malang pernah melakukan ekskavasi untuk melihat bunker tersebut. Setelah itu tidak pernah ada penggalian lanjutan.

Baca Juga: Signor Panino: Cafe Mini ala Italia dengan Suasana Klasik di Malang

Ekskavasi lanjutan dilakukan Haris pada November 2024, dan baru rampung bulan Maret lalu.

”Sekarang kafenya masih belum di-grand launching. Sekarang dibuka ini karena tidak sengaja, ada yang memviralkan,” ucap dia.

Haris memperkirakan bunker tersebut dibangun pada 1930. Bukan oleh perseorangan, tapi oleh Pemerintah Kolonial Belanda.

”Ketika itu, kerajaan memerintahkan pada setiap koloni di mana pun agar segera membangun bunker. Karena ketika itu Jepang sudah mulai menginvasi beberapa wilayah di Asia,” kata dia.

Fungsi awal pembangunannya untuk perlindungan bagi warga Belanda. Jagajaga bila suatu saat Jepang menginvasi wilayah Kota Malang.

Akan tetapi, Jepang baru masuk ke Indonesia tahun 1942 dan bunker itu tidak berfungsi sebagaimana tujuan awal.

Untuk tanah di atasnya, awalnya tidak ada bangunan berupa rumah. Haris menyebut, di atas bunker ada tempat istirahat atau paddock kuda balap.

Itu biasa digunakan sebelum kuda-kuda bertanding di arena pacuan yang dulu terletak di Jalan Ijen dan Simpang Balap.

Baca Juga: Nikmati Sensasi Kopi Autentik dan Dessert Lezat di Volendam Cafe, Kayutangan Malang

”Jadi tersembunyi di balik tempat kuda,” kata dia.

Di sudut utara bunker, ada satu pintu besi yang di dalamnya hanya ada timbunan tanah.

Pria asal Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen itu menyebut, pintu tersebut adalah jalan menuju jaringan bunker yang membentang di sepanjang Jalan Ijen, dan diperkirakan sampai ke wilayah Singosari.

”Yang di kafe ini adalah pintu masuk paling selatan jaringan bunker Kota Malang,” ucap dia. Dari penuturan sesepuh di sana, Haris menutuskan bahwa titik tembus awal bunker itu sampai di depan Museum Brawijaya. Baru berujung di Singosari.

Baca Juga: Illy Cafe, Tempat Nongkrong Favorit di Lai Lai Supermarket Malang

”Di bawah museum kabarnya ada persimpangan yang menuju ke arah Tugu Balai Kota, tepatnya di bawah SMAN 1 Malang,” imbuh ayah dua anak itu.

Di dalam bunker Museum brawijaya, juga pernah ditemukan papan tanda arah yang menunjukkan arah ke Tugu Balai Kota Malang.

Sayangnya, ujungnya yang di Singosari masih belum diketahui. Pemerhati budaya Malang Agung H.

Buana membenarkan adanya ekskavasi pada 2018 lalu. Kala itu, dia bersama tim Pemkot Malang masuk ke bagian dalam bunker. Dulu, masih sangat tertimbun tanah dan tidak terlihat lantai semennya.

”Dulu bahkan kami menemukan semacam kendi-kendi dan tempat sesajen. Diduga untuk orang mencari wangsit atau nomor togel,” ujar dia. (*/by)

Editor : Aditya Novrian
#kafe #pintu #ijen #Bawah #tanah #lorong #malang #gedong