MALANG KOTA—Belajar tak melulu harus di dalam kelas. Di tengah sejuknya udara dan suasana khas kota pegunungan, Malang menawarkan berbagai pilihan tempat yang menggabungkan unsur edukasi dan rekreasi.
Cocok untuk pelajar, keluarga, hingga wisatawan umum, destinasi-destinasi ini menjadi ruang alternatif untuk menambah wawasan dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.
Dari museum bersejarah hingga situs candi peninggalan kerajaan pada zaman dahulu, kota yang berhawa sejuk ini menawarkan pengalaman belajar yang menyenangkan di luar ruang kelas.
Simak 3 destinasi edukasi yang wajib kamu kunjungi untuk menambah wawasan berikut:
Perpustakaan Umum Kota Malang
Perpustakaan Kota Malang yang terletak di Jalan Ijen No. 30A, Oro-Oro Dowo, Klojen, telah menjadi pusat literasi dan budaya sejak 2017.
Gedung tiga lantai ini menyediakan ruang baca ber-AC, koleksi buku fiksi dan nonfiksi, ruang audio-visual, serta sudut anak dan remaja yang dirancang menarik.
Buka Senin–Sabtu pukul 08.00–17.00 WIB, layanan peminjaman buku dapat diakses gratis oleh anggota yang cukup mendaftar dengan KTP atau kartu pelajar.
Selain koleksi cetak, tersedia juga e-library berisi ratusan e-book dan jurnal.
Tak hanya sebagai tempat membaca, perpustakaan ini rutin menggelar kegiatan edukatif seperti bedah buku, lokakarya menulis, diskusi literasi, hingga storytelling untuk anak.
Ruang serbagunanya juga aktif digunakan untuk pameran dan peluncuran buku, menjadikannya pusat kegiatan intelektual di Kota Malang.
Museum Brawijaya
Museum Brawijaya merupakan salah satu destinasi edukatif yang menyimpan berbagai koleksi bersejarah terkait perjuangan bangsa Indonesia, khususnya di wilayah Malang dan sekitarnya.
Terletak di Jalan Ijen No. 25A, Gading Kasri, Klojen, Kota Malang, museum ini menampilkan berbagai peninggalan militer, seperti senjata, kendaraan perang, dan dokumentasi perjuangan rakyat melawan penjajah.
Salah satu koleksi ikoniknya adalah gerbong maut, yang menjadi saksi bisu kekejaman masa penjajahan Belanda.
Suasana bangunan yang klasik dan tata ruang yang rapi membuat pengunjung bisa belajar sejarah dengan cara yang lebih mendalam dan reflektif.
Candi Badut
Candi Badut, yang terletak di Jalan Raya Candi V No. 5D, Doro, Karangwidoro, Kabupaten Malang, adalah candi Hindu tertua di Jawa Timur, dibangun sekitar abad ke-8 Masehi.
Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Kanjuruhan dan memiliki dua bangunan utama yang menghadap barat, dengan relief yang menggambarkan kehidupan masyarakat masa itu.
Lokasinya sekitar 5 km dari pusat Kota Malang dan buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.
Candi Badut menawarkan wawasan sejarah dan budaya yang menarik bagi pengunjung.
Candi Singosari
Candi Singosari terletak di Jalan Kertanegara, Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Dibangun sekitar tahun 1300 Masehi, candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Singosari dan didedikasikan untuk Raja Kertanegara.
Candi ini memiliki arsitektur yang menggabungkan unsur Hindu dan Buddha, dengan arca Siwa dan Buddha sebagai simbol pemujaan.
Meskipun tidak selesai dibangun, Candi Singosari tetap menjadi saksi sejarah dan kini menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik bagi pengunjung. (Talita)
Editor : Aditya Novrian