Sejumlah poster lawas menghiasi kafe Downtown Socialbar di Jalan Kahuripan Nomor 18, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Kafe itu mengusung tema industrial. Mereka memanfaatkan basement ruko lawas yang kerap dikunjungi kaum muda. Bangunannya bergaya arsitektur indis era 1950-an. Atau kombinasi arsitektur budaya Belanda dengan Jawa.
Kafe yang tampak sempit dari luar itu hanya memiliki pintu seluas dua meter saja. Baru memasuki tangga turunan, pengunjung sudah diperlihatkan aura remang-remang semi bar.
Sementara dinding berdesain semen dan batu bata bakal terlihat hingga masuk ke bawah tanah. Setelahnya, ruangan bawah tanah seluas 20 meter persegi dengan satu bar dan beberapa meja besi tersedia.
Baca Juga: Menu Masakan Asia di Kafe Kawi 22 Jadi Favoritnya Pelanggan
”Kalau dilihat dari foto udara tahun 1946, dulu tempat tersebut belum ada gedung yang nampak. Sehingga kemungkinan dibangun pada 1950-an,” kata Aly Azka Baihaqy, Pemerhati Sejarah Kota Malang.
Dia memprediksi ruko yang dipakai untuk kafe dan bar itu dulunya baru dibangun ketika ekonomi Kota Malang cukup stabil.
Berdasar pengamatan Azka, klaim bunker atau tempat bawah tanah perlu ditelusuri lebih lanjut. Sebab, wilayah di sana dulunya merupakan salah satu Central Business District di Kota Malang.
”Karena di jalan Kayutangan itu berperan sebagai komersil elit, menyediakan barang dan jasa,” tambah dia.
Baca Juga: Pegawainya Kafe Gedong Ijen Dibekali Wawasan Sejarah
Sehingga, pembangunan ruko di kawasan tersebut lebih masuk akal. Azka menyebut bahwa kepemilikan ruko tersebut sempat berpindah-pindah.
”Sayangnya dari penelusuran akta pembangunan gedung itu belum diketahui (sejarahnya),” kata dia.
Sayangnya, sejak beberapa bulan lalu Downtown Socialbar tidak dapat dikunjungi lagi. Mereka sudah tutup untuk umum.
Tommy Hartanto, Owner Downtown Social Bar sudah dikonfirmasi Jawa Pos Radar Malang. Dia masih belum berbagi informasi terkait sampai kapan dilakukan penutupan. Juga apa alasan di baliknya. (zan/by)
Editor : Aditya Novrian