Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sedikit yang Tahu! Berikut Rekomendasi 3 Warung Sate Komoh Khas di Kota Malang

Aditya Novrian • Selasa, 3 Juni 2025 | 17:45 WIB

Foto hidangan sate komoh khas Malang
Foto hidangan sate komoh khas Malang

Radar Malang - Dalam budayakuliner Jawa Timur, nama sate komoh mungkin tidak setenar sate ayam Madura. Namun, bagi masyarakat Malang dan sekitarnya, sate ini adalah jejak sejarah yang penuh cita rasa.

Sate komoh merupakan olahan daging sapi berbumbu rempah yang dibakar hingga kecokelatan, lalu disajikan bersama nasi dan kuah atau sambal khas. Konon, sajian ini dahulu kerap dihidangkan dalam acara hajatan atau jamuan istimewa bagi para bangsawan dan prajurit.

Kata “komoh” sendiri merujuk pada cara dagingnya disayat tipis dan diungkep terlebih dahulu sebelum dibakar, menghasilkan tekstur empuk dan aroma yang menggugah selera.

Meski kini mulai langka, beberapa warung legendaris di Malang masih setia menjaga resep dan tradisi sate komoh. Berikut tiga tempat yang wajib dikunjungi para pencinta sate.

Baca Juga: Pengelola Mall Andalkan Sektor Kuliner dan Mainan

1. Warung Lama Haji Ridwan 

Berlokasi di dalam Pasar Besar Malang, Warung Lama Haji Ridwan adalah saksi hidup perkembangan kuliner kota ini. Berdiri sejak 1925, warung ini nyaris tak berubah, mulai dari interior hingga rasa masakannya. Salah satu menu andalannya adalah sate komoh, yang disajikan bersama nasi hangat dan pelengkap khas Jawa Timur.

Potongan daging sapi yang dibumbui dengan ketumbar, bawang, kemiri, dan sedikit petis, dibakar di atas arang hingga bagian luarnya renyah namun bagian dalamnya tetap juicy. Sensasi gurih, manis, dan sedikit pedas berpadu sempurna di setiap gigitan. Warung ini ramai setiap hari, bukan hanya oleh warga lokal, tapi juga pelancong yang ingin mencicipi jejak rasa klasik Malang.

2. Warung Kiroman (Mak Cem)

Didirikan pada tahun 1954, Warung Kiroman yang dikelola oleh Bu Cem dikenal sebagai penjaga cita rasa jujur khas Malang. Terletak di Jalan Yulius Usman No. 52, tempat ini menyajikan sate komoh yang dimasak dengan bumbu rahasia keluarga.

Tekstur dagingnya empuk berkat proses pengungkepan lama sebelum dibakar. Aroma bakaran arang langsung menggoda sejak dari kejauhan.

Baca Juga: 3 Warung Makan Kekinian di Malang, Pilihan Seru Buat Kamu yang Bosan dengan Spot Kuliner Biasa

Tak hanya sate komoh, warung ini juga menyajikan rawon dan nasi pecel sebagai teman makan yang pas. Meski tampilannya sederhana, rasa dan reputasinya tidak main-main — banyak pelanggan datang jauh-jauh hanya untuk menyantap satu porsi sate komoh di sini.

3. Warung Bu Yanti (Yu Nap) 

Berbeda dengan yang lain, Warung Bu Yanti di kawasan Kayutangan membuka layanannya sejak pagi hari. Uniknya, sate komoh di sini kerap disantap sebagai menu sarapan bersama nasi rawon atau pecel.

Harga yang terjangkau sekitar Rp15.000 per porsi  menjadikannya favorit warga sekitar. Daging sapi yang telah dimasak semalaman membuat bumbu meresap sempurna. Sensasi makan sate komoh di pagi hari mungkin terdengar tidak lazim, namun di Malang, ini adalah kenikmatan yang telah menjadi kebiasaan turun-temurun.

Tiga warung ini membuktikan bahwa sate komoh bukan sekadar hidangan masa lalu. Ia adalah bagian dari identitas kuliner Malang yang patut dirawat dan dikenalkan pada generasi baru. Bagi pencinta kuliner autentik, sate komoh adalah cerita lezat yang layak untuk dicicipi dan diceritakan kembali. (Rizz)

Editor : Aditya Novrian
#langka #sate komoh #sate #khas #malang