MALANG – Warteg atau Warung Tegal telah lama menjadi pilihan utama bagi mahasiswa dan pekerja di Kota Malang.
Dengan sajian sederhana, harga terjangkau, dan pilihan lauk yang melimpah, warteg menawarkan kehangatan rasa dan suasana kekeluargaan yang khas.
Meskipun tampil tanpa hiasan mewah, kelezatan masakan rumahan yang disajikan selalu berhasil memikat hati para pelanggannya.
Berikut ini tiga warteg favorit di Malang yang patut dikunjungi karena menunya lengkap, rasa nikmat, dan tentunya bersahabat dengan kantong:
Baca Juga: Warung Makan Sambelan Megilan Putra Lamongan, Kuliner Pedas yang Viral di Kota Malang
1. Warteg Sari Rasa
Memiliki beberapa cabang, salah satunya di Jalan Bendungan Sutami, Jalan Galunggung, dan Jalan Raya Tlogomas, warteg ini menjadi primadona bagi para mahasiswa karena pilihan lauknya yang lengkap dan selalu segar. Dari ayam goreng, tempe orek, hingga sayur lodeh, semuanya disajikan dengan cita rasa rumahan yang otentik. Tempat ini juga dikenal bersih dan pelayanannya cepat.
2. Warteg Mamoka Bahari 245
Berlokasi di kawasan Lowokwaru, warteg ini cukup dikenal karena kelezatan bumbunya yang pas di lidah dan porsi nasi yang melimpah. Tempatnya bersih, dengan sistem prasmanan yang memudahkan pelanggan memilih lauk sendiri. Cocok untuk yang ingin makan cepat namun tetap kenyang dan puas.
Baca Juga: 3 Warung Makan Kekinian di Malang, Pilihan Seru Buat Kamu yang Bosan dengan Spot Kuliner Biasa
3. Warteg Kharisma Bahari Candi Panggung
Terletak di Ruko Candi Panggung Kav 66 C1, Malang, warteg ini merupakan bagian dari jaringan Warteg Kharisma Bahari yang telah dikenal luas di berbagai kota. Menyajikan beragam menu seperti ayam goreng, telur balado, dan sayur asem, Warteg Kharisma Bahari menawarkan cita rasa konsisten dengan harga yang ramah di kantong. Suasana tempat yang bersih dan nyaman menjadikannya pilihan tepat untuk makan siang atau malam.
Warteg bukan sekadar tempat makan, tapi juga ruang nostalgia bagi banyak orang yang merindukan cita rasa rumahan.
Di tengah gempuran kafe dan restoran modern, warteg tetap kokoh berdiri dengan kehangatan khasnya. Jadi, kapan terakhir kali kamu makan di warteg? (afh)
Editor : Aditya Novrian