MALANG - Ngopi di Malang kini tak hanya sekadar minum kopi, tapi juga menjadi perjalanan visual yang penuh nostalgia.
Bagi sebagian orang, suasana dan atmosfer dalam sebuah coffee shop menjadi daya tarik yang tak kalah penting dibandingkan cita rasa kopinya.
Coffee shop bernuansa tempo dulu di Malang kini semakin digemari karena menghadirkan pengalaman berbeda: pengunjung seperti diajak masuk ke masa lampau melalui visual, interior, dan barang-barang klasik yang jarang ditemui di tempat modern.
Tren ini banyak terlihat di beberapa coffee shop di Malang yang menonjolkan desain dan barang lawas sebagai daya tarik utama.
Baca Juga: Ngopi Asyik Bersama Keluarga di Tiga Kafe View Alam di Dau Malang
Bukan hanya untuk bersantai, tempat-tempat ini juga menjadi favorit para pemburu konten visual karena menyuguhkan suasana yang unik dan otentik.
Pengunjung bisa merasakan suasana klasik sambil menikmati kopi dengan harga yang tetap ramah di kantong.
Salah satu coffee shop yang mengusung konsep ini adalah Kedai Tjandu di Jl. Tapak Liman, Lowokwaru. Tempat ini memadukan coffee shop dengan toko barang vintage yang dipajang secara terbuka. Pengunjung bisa menikmati kopi sambil melihat koleksi barang jadul seperti komik lama, mainan lawas, hingga majalah klasik yang memberikan kesan otentik.
Pilihan berikutnya adalah Sriwijaya Café di depan Stasiun Malang. Berada di bangunan peninggalan PT Kereta Api Indonesia, café ini mempertahankan tampilan tempo dulu yang sederhana. Nuansa klasik diperkuat dengan meja, kursi, dan ornamen lama yang membuat pengunjung seakan berada di era 80-an.
Baca Juga: Ngopi Santai di Joyo Agung Malang? Ini 3 Spot Andalan Buat Nongkrong Asyik!
Rekomendasi lain adalah Tenthirty Coffee & Eatery di Jl. Puncak Borobudur, Mojolangu. Coffee shop ini menghadirkan suasana retro dengan tampilan mobil klasik dan barang antik di setiap sudut. Dekorasi yang sengaja tidak diperbarui menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta foto vintage.
Kehadiran coffee shop bernuansa klasik di Malang membuktikan bahwa tren visual dan rasa nostalgia mampu menarik pengunjung dari berbagai kalangan.
Bukan hanya sekadar tempat ngopi, tetapi juga ruang untuk merasakan masa lalu dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.
Kini, ngopi di Malang bisa menjadi pengalaman visual yang istimewa, bukan hanya rutinitas harian. (afh)
Editor : Aditya Novrian