Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Spot Foto Keren di Kajoetangan Malang, Wajib Masuk Feed Instagram Kalian

A. Nugroho • Rabu, 2 Juli 2025 | 19:01 WIB
Wisata bangunan tua dan bersejarah  yang berada di Kampoeng Heritage Kajoetangan (Kampung Kayutangan)
Wisata bangunan tua dan bersejarah yang berada di Kampoeng Heritage Kajoetangan (Kampung Kayutangan)

 

RADAR MALANG - Bernostalgia sekaligus mengambil foto dengan latar zaman dahulu dapat dilakukan di Kampoeng Heritage Kajoetangan di Kota Malang, Jawa Timur. Kampung tematik yang terdiri dari gabungan tiga RW ini dipenuhi rumah era Belanda yang berjajar di gang sempit, serta dilengkapi sejumlah mural dinding dan spot-spot foto ala retro. Selain menemukan bangunan ratusan tahun, pengunjung dapat berfoto dengan berbagai barang antik bernilai sejarah.

Tak afdol rasanya jika mengunjungi Koridor kajoetangan Heritage tanpa masuk ke dalam perkampungannya. Kampung kajoetangan Heritage merupakan kampung wisata tematik yang memberikan kesan jadul dan klasik di tiap sudutnya.

Banyak rumah-rumah jadul bergaya Belanda yang dapat dijadikan spot foto Instagramable. Di tiap spotnya, telah dilengkapi sedikit cerita yang menjelaskan tentang sejarah maupun kisah dari bangunan tersebut.

Pengunjung hanya perlu membayar Rp 5.000 untuk dapat menikmati nuansa klasik dari Kampung Kayutangan Heritage. Bahkan pengunjung akan mendapatkan kartu pos edisi terbatas sebagai tiket masuk.

menemukan cukup banyak spot foto dan properti lawas yang Instagramable dan menarik untuk diabadikan. Berikut beberapa rekomendasinya:

 

 

Masih di area yang sama, terdapat rumah bergaya retro dengan warna cerah yakni kuning dan hijau. Kamu bisa memanfaatkan sudut foto di antara kedua rumah, maupun berfoto di masing-masing rumah secara terpisah. Kamu juga bisa duduk berpose di kursi yang disediakan di depan rumah hijau. Meski kedua rumah tersebut dihuni, pengunjung diperbolehkan untuk mengambil foto. Namun, sebaiknya bisa izin terlebih dahulu jika memang sang pemilik rumah terlihat sedang berada di sana.

 

 

Dari pintu masuk yang berada di Jalan Arief Rahman Hakim Gang 2, sudah berjejer banyak sekali spot foto baru. Mulai spot yang berasal dari Es Teler Taloen, kopian pinggir gang, hingga berbagai ornamen toko kaset dapat ditemui. Tentunya seluruh spot tersebut memberikan kesan klasik yang sangat kental.

 

 

Di tempat ini wisatawan bisa menemukan banyak mural dan spot foto menarik. Banyak dekorasi menarik yang memadukan nuansa Eropa ke dalam lingkup kota Amsterdam, seperti pagar pembatas sungai, model landai, dan halte bus.

 

 

Melanjutkan perjalanan, terdapat Rumah 1870 yang dapat menjadi spot foto selanjutnya. Dari papan keterangan, diketahui bahwa bangunan berukuran 8 meter x 11 meter ini dibangun sejak tahun 1870 oleh generasi pertama keluarga Bapak Nur Wasil. Menjadi rumah tertua di wilayah Kayutangan, rumah ini terdiri dari ruang bawah dan loteng beratap perisai, serta mempunyai lisplang ornamen Betawi yang masih original hingga saat ini. Tepat di depan Rumah 1870, kamu juga bisa menemukan mading bergambar denah lokasi Kampoeng Heritage Kajoetangan.

 

 

Menuju area sungai atau Kali Sukun, terdapat jembatan yang menyambungkan dua wilayah yang terpisah oleh sungai. Pada area ini, jalan dan pagarnya sudah ditata dengan apik, sehingga hampir semua sudut bisa dijadikan tempat berfoto. Salah satunya dinding mural bergambar mobil antik dan bangunan bertuliskan De Javasche Bank.  Kamu bisa berfoto di depan mural jarak dekat, ataupun bersandar di pagar hitam dengan latar belakang mural tersebut. 

 

 

Berjalan lurus, kamu akan melihat area spot foto yang cukup panjang dan dilengkapi berbagai properti.  Sesuai namanya, yakni Rumah Foto dan Galeri Antik, rumah di area ini memang menjadi salah satu tempat berfoto utama, yang juga menawarkan jual-beli barang tua. Kamu bisa berfoto dengan barang-barang retro seperti teko, lampu, toples, sangkar burung, topeng, foto, pajangan dinding, radio, telepon, dan lain-lain di sini. 

 

 

Spot foto berikutnya yang tidak kalah menarik adalah sebuah cafe bertema retro. Sesuai dengan namanya, kafe ini pernah dijadikan tempat syuting film Yowis Ben 3 dan Yowis Ben Finale pada tahun 2020 lalu.  Selain penataan kursi, meja, dan ornamen-ornamen dinding yang antik, kamu bisa melihat beberapa foto dokumentasi saat syuting film Yowis Ben di sana.  Menurut pemilik kafe bernama Epic, yang telah tinggal puluhan tahun di rumah tersebut, Kafe Yowis sering dijadikan tempat nongkrong sambil kulineran maupun untuk berburu foto estetik.  Persis di area rumah sekaligus cafe, kamu dapat memanfaatkan properti antik seperti radio, televisi, telepon, mesin ketik, hingga timbangan lawas yang juga dijual untuk umum. (id)

Editor : A. Nugroho
#kayutangan #kajoetangan #malang #Photo