Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mitos Air Terjun Tumpak Sewu dan Tradisi Warga Sekitar Malang Lumajang

A. Nugroho • Rabu, 23 Juli 2025 | 21:07 WIB

Air Terjun Tumpak Sewu tak hanya memesona secara visual, tetapi juga menyimpan berbagai mitos yang dipercaya warga sekitar.
Air Terjun Tumpak Sewu tak hanya memesona secara visual, tetapi juga menyimpan berbagai mitos yang dipercaya warga sekitar.

 

RADAR MALANG – Air Terjun Tumpak Sewu merupakan salah satu destinasi alam paling menawan di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur. Dikenal sebagai “Niagara-nya Indonesia”, air terjun ini tidak hanya menyuguhkan keindahan visual, tetapi juga menyimpan beragam mitos yang dipercaya masyarakat setempat sejak lama.

Tumpak Sewu atau juga disebut Coban Sewu, terbentuk dari aliran Sungai Glidih yang berhulu di Gunung Semeru. Dengan tinggi mencapai sekitar 120 meter, formasi air yang menyerupai tirai raksasa menjadikannya salah satu air terjun paling megah di Pulau Jawa. Letaknya yang berada di perbatasan dua kabupaten, yaitu Lumajang dan Malang, menjadikan air terjun ini mudah dijangkau dari dua arah sekaligus.

Mitos Awet Muda dan Energi Alam

Di balik kemegahan alamnya, Tumpak Sewu diyakini memiliki kekuatan spiritual. Salah satu mitos yang berkembang di masyarakat sekitar Malang dan Lumajang adalah keyakinan bahwa mencuci muka dengan air dari air terjun ini dapat membawa keberuntungan dan membuat awet muda.

Airnya yang sangat jernih sering disebut sebagai “air kristal” yang membawa energi positif dari alam. Beberapa pengunjung bahkan menyebut bahwa aura tempat ini terasa kuat dan berbeda, terutama saat kabut tipis menyelimuti area air terjun di pagi hari. Fenomena pelangi alami yang kadang muncul di sela tirai air menambah nuansa magis di lokasi tersebut.

Tempat Sakral dan Ritual Budaya

Masyarakat setempat tidak hanya memandang Tumpak Sewu sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai tempat yang sakral. Di sejumlah titik di sekitar air terjun, masih sering dilakukan ritual syukuran atau permohonan berkah, baik oleh warga lokal maupun wisatawan.

Beberapa tokoh masyarakat percaya bahwa area ini dahulu dipercaya sebagai tempat bersemayamnya para dewa. Oleh karena itu, pengunjung dianjurkan menjaga sikap dan tidak sembarangan berbicara saat berada di kawasan ini, terutama saat menuruni jalur menuju dasar canyon.

Antara Wisata dan Warisan Budaya

Tradisi dan mitos yang menyelimuti Air Terjun Tumpak Sewu menjadi nilai tambah bagi pariwisata alam di wilayah Malang dan Lumajang. Keberadaan mitos tersebut mencerminkan betapa eratnya hubungan masyarakat lokal dengan lingkungan sekitar. Tak sedikit wisatawan yang datang bukan hanya untuk menikmati panorama, tetapi juga merasakan atmosfer spiritual dan budaya lokal yang kental.

Air Terjun Tumpak Sewu bukan hanya keajaiban geologi, tetapi juga menjadi pusat aktivitas budaya, spiritual, dan konservasi. Perpaduan antara keindahan alam, narasi mistis, dan kekayaan tradisi menjadikannya sebagai destinasi wisata yang tak hanya memesona mata, tapi juga menyentuh sisi emosional dan spiritual pengunjung. (id)

Editor : A. Nugroho
#Lumajang #malang #air terjun