RADAR MALANG - Musim hujan kerap identik dengan makanan hangat yang bisa menghangatkan tubuh dan suasana hati. Di antara banyak pilihan camilan, weci menjadi salah satu yang paling dicari. Kudapan khas Malang ini tak hanya menggoda lidah, tetapi juga menyimpan cerita kuliner yang panjang di tengah masyarakat Jawa Timur.
Weci merupakan gorengan tradisional berbahan dasar adonan tepung yang dicampur sayuran seperti wortel, tauge, dan daun bawang. Teksturnya yang renyah di luar dan lembut di dalam, membuat weci jadi favorit di berbagai warung hingga penjual kaki lima di Malang, terutama saat hujan mulai turun. Disajikan hangat dengan sambal petis atau cabai rawit, weci mampu menciptakan rasa nostalgia tersendiri bagi penikmatnya.
Tak heran jika saat musim hujan tiba, aroma khas weci yang digoreng di pinggir jalan kerap menjadi godaan tersendiri. Banyak warga Malang yang rela antre demi menikmati sepiring weci hangat dengan secangkir teh panas.
Berikut ini resep sederhana membuat weci khas Malang di rumah, cocok disajikan saat hujan:
Bahan-bahan:
- 2 buah wortel, diserut halus
- 100 gram tauge
- 2 batang daun bawang, diiris halus
- 500 gram tepung terigu
- 3 sendok makan tepung maizena
- 1 sendok makan garam
- 2 sendok makan gula
- ½ sendok teh merica bubuk
- ½ sendok teh penyedap rasa
- 2 siung bawang putih, dihaluskan
- Air secukupnya
- Minyak untuk menggoreng
Langkah Membuat:
- Campurkan tepung terigu, maizena, garam, gula, merica, dan penyedap dalam wadah besar. Aduk rata.
- Masukkan wortel, tauge, daun bawang, dan bawang putih ke dalam adonan tepung.
- Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga membentuk adonan yang tidak terlalu kental dan mudah dicetak.
- Panaskan minyak dalam wajan. Ambil adonan secukupnya, letakkan dalam cetakan atau langsung bentuk menggunakan sendok.
- Goreng hingga keemasan dan matang merata. Angkat dan tiriskan.
- Sajikan weci hangat dengan sambal atau cabai rawit sebagai pelengkap.
Di kota Malang, weci tak sekadar camilan. Ia menjadi bagian dari budaya kuliner yang tumbuh bersama masyarakat. Di banyak sudut kota, mulai dari Pasar Dinoyo hingga area kampus, gorengan ini tak pernah sepi peminat. Harga yang terjangkau dan cita rasa khas membuatnya tetap bertahan di tengah gempuran jajanan modern.
Menikmati sepiring weci di tengah hujan bukan hanya soal mengisi perut. Ini adalah pengalaman sederhana yang menyentuh rasa dan kenangan. Tak perlu jauh-jauh mencari, cukup sediakan bahan-bahannya di rumah dan rasakan kehangatan khas Malang melalui gorengan legendaris ini. (id)
Editor : A. Nugroho