Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Gunung Argopuro Menjadi Pilihan Pendaki Malang Saat Gunung Lain Ditutup

A. Nugroho • Jumat, 8 Agustus 2025 | 19:58 WIB
Gunung Argopuro di perbatasan Probolinggo–Bondowoso menjadi destinasi favorit baru bagi pendaki asal Malang, terutama saat beberapa jalur gunung lain ditutup menjelang 17 Agustus.
Gunung Argopuro di perbatasan Probolinggo–Bondowoso menjadi destinasi favorit baru bagi pendaki asal Malang, terutama saat beberapa jalur gunung lain ditutup menjelang 17 Agustus.

 

 

 

MALANG – Musim pendakian di bulan Agustus tahun ini membawa perubahan rute bagi para pencinta alam asal Malang. Penutupan sejumlah jalur pendakian di beberapa gunung populer seperti Semeru, Rinjani, dan Gede Pangrango membuat Gunung Argopuro menjadi salah satu alternatif utama yang dituju para pendaki.

Gunung Argopuro dikenal sebagai salah satu jalur terpanjang di Pulau Jawa. Lokasinya membentang antara Kabupaten Probolinggo hingga Situbondo, dengan jalur lintas yang juga bisa diakses dari arah Lumajang. Bagi pendaki dari Malang, akses ke Gunung Argopuro relatif mudah dijangkau, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Keputusan untuk menutup beberapa jalur pendakian di gunung lain menjelang peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2025 merupakan langkah rutin yang dilakukan oleh pengelola Taman Nasional untuk mengantisipasi potensi kerusakan ekosistem. Hal ini mendorong pergeseran minat pendaki, terutama dari wilayah Malang, untuk mencari jalur alternatif yang tetap dibuka namun tetap menawarkan tantangan dan keindahan alam.

Gunung Argopuro menawarkan pengalaman pendakian yang unik. Dengan jalur yang panjang dan memerlukan waktu tempuh beberapa hari, gunung ini dikenal sebagai tempat ideal bagi mereka yang menginginkan pengalaman mendalam dalam menjelajah alam liar. Jalur pendakian yang paling sering digunakan adalah rute Baderan ke Bremi atau sebaliknya, yang melewati padang savana luas, hutan tropis, dan beberapa situs sejarah seperti Cikasur dan Danau Taman Hidup.

Selain medan yang menantang, suasana tenang dan minimnya keramaian menjadi daya tarik tersendiri. Pendaki dari Malang yang biasanya memadati Semeru atau Arjuno kini beralih ke Argopuro karena suasana yang lebih alami dan jauh dari hiruk-pikuk. Dengan pengaturan logistik yang tepat, perjalanan menuju Argopuro dapat menjadi pengalaman pendakian yang lebih memuaskan.

Pendaki dari komunitas pecinta alam di Malang juga mulai mengarahkan agenda perjalanannya ke Argopuro. Beberapa dari mereka bahkan memanfaatkan momen ini untuk melakukan pendakian lintas jalur atau eksplorasi rute-rute yang jarang dilewati. Ini menjadi peluang untuk memperluas pengalaman pendakian sekaligus memperkenalkan keindahan Argopuro yang selama ini belum banyak terekspos secara luas.

Selain sebagai tempat latihan fisik dan mental, pendakian ke Gunung Argopuro juga dianggap sebagai bentuk pelarian sementara dari rutinitas kota. Kawasan Malang yang dikenal sebagai pusat pendidikan dan aktivitas urban, menjadikan Argopuro sebagai tujuan yang tepat untuk rehat sejenak dan kembali menyatu dengan alam.

Dukungan dari beberapa penyedia jasa pendakian di Malang pun mulai tampak. Paket perjalanan ke Gunung Argopuro kini ditawarkan lebih terbuka, dengan logistik dan transportasi yang lebih terorganisir. Hal ini memudahkan para pemula sekalipun untuk ikut serta dalam pendakian tanpa harus repot mengurus perlengkapan secara mandiri.

Di sisi lain, pemerintah daerah dan masyarakat sekitar jalur pendakian juga turut berperan aktif dalam menjaga kawasan Argopuro. Keberadaan pendaki yang meningkat di musim tertentu diharapkan tetap sejalan dengan upaya konservasi. Edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan menerapkan prinsip pendakian minim jejak terus dilakukan oleh komunitas maupun pengelola basecamp setempat.

Gunung Argopuro kini tidak lagi sekadar alternatif. Bagi sebagian pendaki asal Malang, gunung ini telah menjadi destinasi utama untuk mengejar rasa petualangan dan ketenangan. Dengan pengelolaan yang baik dan kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian alam, Argopuro berpotensi menjadi primadona pendakian di Jawa Timur yang tak kalah menarik dari gunung-gunung besar lainnya. (id)

Editor : A. Nugroho
#pendaki #jember #Gunung Argopuro