Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tiga Warung Nasi Populer di Senduro Lumajang, Sajian Sederhana yang Jadi Buruan Wisatawan

A. Nugroho • Senin, 25 Agustus 2025 | 18:14 WIB

 

Nasi hangat dengan lauk sederhana di warung Senduro, sajian yang selalu diburu wisatawan.
Nasi hangat dengan lauk sederhana di warung Senduro, sajian yang selalu diburu wisatawan.

 

 

 

RADAR MALANG – Kecamatan Senduro tidak hanya dikenal sebagai pintu gerbang menuju Gunung Semeru dan kawasan wisata religi Pura Mandara Giri Semeru Agung, tetapi juga menyimpan pesona kuliner yang patut dicoba. Salah satu yang paling menonjol adalah warung nasi dengan cita rasa khas yang mampu memikat siapa saja yang singgah.

Kuliner berbasis nasi memang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian masyarakat Jawa Timur. Di Senduro, warung-warung sederhana justru menghadirkan kehangatan dan rasa autentik yang jarang ditemui di restoran modern. Tidak sedikit wisatawan maupun pendaki gunung yang memilih mampir ke warung ini sebelum atau sesudah melakukan perjalanan panjang.

Dari sekian banyak pilihan, setidaknya ada tiga tempat makan yang populer dan kerap direkomendasikan oleh warga lokal. Warung Nasi Intisari, Warung 48, serta Depot An-Noer masing-masing menawarkan keunikan tersendiri, mulai dari menu sederhana yang penuh rasa hingga sajian khas Lumajang yang melegenda.

Warung Nasi Intisari Senduro

Berlokasi di Jalan Serma Dohir, Warung Nasi Intisari menjadi salah satu tujuan utama pecinta kuliner sederhana. Warung ini dikenal luas karena menyajikan menu nasi dengan lauk pauk rumahan yang selalu menggugah selera. Banyak pengunjung berkomentar bahwa tidak ada sajian yang gagal, semua enak dan cocok dengan lidah siapa pun yang datang.

Suasana warung yang sederhana justru memberikan daya tarik tersendiri. Makan di tempat ini serasa berada di rumah sendiri, dengan porsi yang pas dan harga yang ramah di kantong. Tidak heran bila Warung Nasi Intisari kerap dipadati pembeli, terutama pada jam makan siang.

Warung 48, Favorit Pecinta Pecel

Masih di kawasan Senduro, tepatnya di Jalan Nasional 1, terdapat Warung 48 yang terkenal dengan sajian nasi pecel. Warung ini sudah lama menjadi favorit karena bumbu pecelnya yang khas, berpadu dengan lalapan segar yang menambah kenikmatan.

Keunggulan lain dari Warung 48 adalah harganya yang sangat terjangkau. Mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 25.000, pengunjung sudah bisa menikmati seporsi nasi pecel yang mengenyangkan. Tak hanya masyarakat lokal, banyak pelancong yang sengaja berhenti sejenak di warung ini saat melintas menuju Lumajang kota atau kawasan wisata di sekitar Semeru.

Depot An-Noer, Legenda Kuliner Senduro

Jika mencari pengalaman kuliner yang lebih variatif, Depot An-Noer bisa menjadi pilihan tepat. Terletak di Jalan Serma Dohir, depot ini menawarkan beragam menu khas, mulai dari sate kambing, gule, sate ayam, hingga nasi pecel. Kualitas rasa yang konsisten membuat tempat ini mendapat julukan legenda kuliner Senduro.

Tidak hanya menyajikan makanan berat, Depot An-Noer juga menyediakan aneka oleh-oleh khas Lumajang. Pengunjung dapat membeli pisang khas, bothe, hingga kapulogo untuk dibawa pulang. Menariknya, depot ini juga menyediakan layanan homestay, sehingga kerap menjadi persinggahan favorit wisatawan yang ingin bermalam di sekitar Senduro.

Kuliner Sederhana yang Tak Pernah Hilang

Keberadaan warung-warung nasi di Senduro membuktikan bahwa kuliner sederhana tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Meski kafe dan restoran modern mulai bermunculan, tempat makan seperti Warung Nasi Intisari, Warung 48, dan Depot An-Noer tidak pernah kehilangan pelanggan.

Bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana asli pedesaan Lumajang, berkunjung ke warung nasi ini menjadi pengalaman yang tak boleh dilewatkan. Selain rasa yang menggugah selera, harga yang bersahabat dan keramahan pemilik warung menjadi nilai tambah yang membuat siapa pun ingin kembali.

Warung nasi di Senduro tidak hanya sekadar tempat makan, tetapi juga cerminan budaya kuliner masyarakat setempat. Kesederhanaannya menghadirkan kehangatan, sementara cita rasanya meninggalkan kesan mendalam. Tak heran jika Senduro kini bukan hanya tujuan wisata religi dan alam, tetapi juga destinasi kuliner yang layak diperhitungkan.(id)

Editor : A. Nugroho
#Lumajang #makanan #senduro