Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mahasiswa Wajib Coba: Cuma Rp 8.000 Nikmatnya Kopi Keliling di Depan Kampus UB Malang Murah, Unik, dan Ramah Lingkungan

A. Nugroho • Selasa, 26 Agustus 2025 | 17:28 WIB
MURAH MERIAH: Cuma Rp 8.000 Nikmatnya Kopi Keliling di Depan Kampus UB Malang Murah, Unik, dan Ramah Lingkungan
MURAH MERIAH: Cuma Rp 8.000 Nikmatnya Kopi Keliling di Depan Kampus UB Malang Murah, Unik, dan Ramah Lingkungan

MALANG - Di sekitar Universitas Brawijaya (UB) Malang, ada pemandangan menarik yang kini jadi favorit mahasiswa.

Bukan coffee shop berdesain mewah atau kafe modern, melainkan penjual kopi yang berjualan menggunakan sepeda listrik (e-bike).

Mereka memodifikasi sepeda menjadi gerobak mini tempat meracik kopi. Lokasi yang paling sering dipadati adalah depan Perpustakaan UB, di mana mahasiswa bisa menikmati kopi nikmat dengan harga hemat sambil bercengkerama di trotoar kampus.

Konsep sederhana ini membuat kopi keliling semakin populer karena praktis, terjangkau, dan menawarkan suasana berbeda dari kafe biasa.

 

 

  1. Koling (Kopi Keliling)

Salah satu pelopornya adalah Koling (Kopi Keliling). Gerobak berwarna kuning yang ditarik sepeda listrik ini hampir selalu mencuri perhatian.

Dengan jam operasional mulai sore hari, sekitar 16.30 hingga 21.00 WIB, Koling sering menjadi tempat singgah mahasiswa setelah kuliah atau sekadar menunggu waktu malam tiba.

Menu andalannya adalah kopi gula aren yang diberi nama “Karen”, dengan harga hanya sekitar Rp 8.000.

Kesederhanaannya justru menjadi daya tarik, karena mahasiswa bisa menikmati kopi nikmat tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.

 

  1. Perlu Ngopi

Selain Koling, ada juga Perlu Ngopi yang mangkal siang hari. Lokasinya sering berpindah di sekitar Jalan Veteran (exit UB), Jalan Surabaya (exit UM), hingga titik-titik lain di pusat kota Malang.

Jam bukanya lebih awal, yaitu pukul 10.00 hingga 16.00 WIB, sehingga cocok bagi mahasiswa yang ingin mengisi waktu istirahat siang.

Menu yang ditawarkan juga lebih beragam, mulai dari Kopi Susu Gula Aren Rp 12.000, Double Shot Espresso Rp 15.000, Cold Brew Buah Rp 12.000, hingga Red Velvet Coffee Latte Rp 15.000.

Variasi inilah yang membuat Perlu Ngopi mampu menjangkau lebih banyak selera, baik pencinta kopi maupun non-kopi.

 

  1. Zero Kopi Artisan

Nama lain yang juga mulai dikenal adalah Zero Kopi Artisan. Meski belum seterkenal dua nama sebelumnya, Zero Kopi Artisan sering mangkal di kawasan Jalan Veteran dan Kayutangan.

Menu andalannya berupa kopi dengan varian rasa modern seperti Hazelnut, Salted Caramel, dan Gula Aren, dengan harga terjangkau, yaitu antara Rp 8.000 hingga Rp 10.000.

Keunikan mereka terletak pada konsep artisan sederhana, namun tetap menghadirkan kesan kekinian bagi penikmat kopi jalanan.

 

  1. Conpanna

Conpanna juga hadir di depan UB Malang, lokasinya ada di Jl. Veteran depan UB. Menunya juga murah meriah, mulai dari Rp 8.000 sampai Rp 13.000 saja lho.

Mulai dari minuman kopi hingga non kopi, seperti Matcha, Dubai Chocolate, dan Milky Mango. Beli kopi di sini selain murah rasanya juga ga kalah enak seperti kopi yang ada di cafe-cafe.

 

  1. DNS Tea and Coffe

Terakhir ada DNS Tea and Coffe, berlokasi di Jl. Veteran depan UB. DNS Tea and Coffe buka mulai pukul 08.00 – 23.00 WIB.

Harganya pun lebih terjangkau mulai dari Rp 6.000 saja kamu sudah bisa menikmati kopi di sini. Harga merakyat dan rasanya nikmat. Cocok banget di kantong mahasiswa.

 

 

Fenomena kopi keliling depan UB ini bukan hanya sekadar soal minuman, tetapi juga tentang gaya hidup baru anak muda Malang. Dengan memanfaatkan sepeda listrik, para penjual menunjukkan inovasi sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.

Mereka menghadirkan suasana santai di pinggir jalan, memberikan ruang interaksi sosial, dan menawarkan rasa kebersamaan melalui secangkir kopi hangat.

Tak jarang, mahasiswa yang membeli kopi justru datang bukan hanya untuk minum, melainkan juga untuk sekadar berbincang dengan teman atau menikmati suasana sore di sekitar kampus.

Pada akhirnya, kopi keliling depan UB Malang adalah simbol dari kreativitas, kepraktisan, dan semangat wirausaha yang dibungkus dalam kesederhanaan.

Dengan harga yang bersahabat, rasa kopi yang tetap terjaga, dan pengalaman ngopi yang berbeda, tidak heran jika Koling, Perlu Ngopi, hingga DNS Tea and Coffe terus digandrungi.

Fenomena ini membuktikan bahwa kenikmatan kopi tidak harus selalu dirasakan di kafe berkonsep modern.

Justru, di trotoar depan kampus dengan gerobak sederhana dan sepeda listrik, secangkir kopi mampu menghadirkan kehangatan, cerita, dan kenangan yang lebih berarti. (bt)

Editor : A. Nugroho
#mahasiswa #Sepeda #UB #Kopi #malang