MALANG - Dinginnya udara malam di Kota Malang selalu membuat banyak orang mencari sesuatu yang bisa menghangatkan tubuh.
Salah satu pilihan paling tepat adalah ronde dan angsle, kuliner tradisional yang sudah melekat di hati masyarakat sejak lama.
Minuman berkuah jahe ini bukan hanya menghangatkan, tetapi juga memberi kenyamanan. Tak heran, sejumlah warung legendaris di Malang selalu dipadati pengunjung yang ingin menikmati rasa otentiknya.
- Ronde Titoni
Salah satu yang tak boleh dilewatkan adalah Ronde Titoni di Jl. Zainul Arifin No.17, yang sudah eksis sejak tahun 1948.
Buka setiap pukul 18.00 WIB hingga tengah malam, tempat ini terkenal karena resep klasiknya yang tak pernah berubah.
Dengan harga Rp8.000 – Rp 12.000, sajian ronde di sini menawarkan rasa autentik yang membawa pengunjung bernostalgia.
- Angsle dan Ronde Akor
Kemudian ada Angsle & Ronde Akor di Jl. Pulau Sempu No.10, Klojen, yang berdiri sejak 1980-an.
Dengan kuah santan yang gurih berpadu rempah, angsle di sini jadi favorit warga. Warung ini buka mulai pukul 16.00 sampai 22.00 WIB (tutup tiap Kamis), dengan harga sekitar Rp 7.000 per porsi.
- Ronde Pak Solikin
Tak kalah populer, Ronde Pak Solikin yang berlokasi di Jl. Zaenal Zakse No.80 sudah berdiri sejak 1976.
Buka dari pukul 13.00 WIB hingga tengah malam, ronde di sini bisa dinikmati dengan harga Rp 8.000 – Rp 9.000. Cita rasanya konsisten dan membuat pelanggan setia terus kembali.
- Angsle Ronde Rukun Pak Hari
Bagi yang ingin suasana lebih santai, Angsle Ronde Rukun Pak Hari di Jl. Beringin 8, Sukun bisa jadi pilihan.
Buka dari pukul 15.00 hingga 23.00 WIB, warung ini menawarkan angsle dengan berbagai isian, mulai dari kacang hijau, mutiara, hingga ketan hitam, yang menambah kelezatan sekaligus membuat kenyang
- Warung Angsle Ronde Oro-Oro Dowo
Ada pula Warung Angsle Ronde Oro-oro Dowo di Jl. Merbabu No.6. Warung ini terkenal sederhana, buka dari pagi hingga malam dengan harga Rp 7.000-an per porsi.
Lokasinya yang berada di bawah pepohonan rindang membuat pengunjung bisa menikmati suasana yang lebih tenang.
Lebih dari sekadar kuliner, ronde dan angsle di Malang menyimpan nilai nostalgia dan kehangatan.
Setiap warung memiliki cerita unik, dari resep lawas hingga variasi kekinian, semuanya menawarkan pengalaman berbeda.
Jadi, saat mampir ke Malang, jangan hanya menikmati dinginnya udara malam, tapi sempatkan juga untuk menyeruput semangkuk ronde atau angsle yang penuh cita rasa tradisi.
Kehangatan yang dihadirkan bukan hanya terasa di tubuh, tetapi juga menyentuh hati. (bt)
Editor : A. Nugroho