RADAR MALANG – Tidak hanya dikenal dengan panorama alam Ijen dan pantainya, Banyuwangi juga memiliki destinasi wisata budaya yang unik di lereng Ijen, yakni Kampung Kopi Kemiren. Terletak di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, kawasan ini menjadi saksi hidup tradisi masyarakat Osing yang masih terjaga hingga kini.
Kampung Kopi Kemiren bukan hanya sekadar desa wisata, tetapi juga ruang yang mempertemukan kopi, budaya, dan keramahan masyarakat lokal. Para wisatawan yang berkunjung tidak hanya disuguhi minuman kopi khas, tetapi juga bisa merasakan langsung nuansa adat Osing yang kental. Kehidupan sehari-hari masyarakat yang penuh gotong royong masih dapat ditemui di sini.
Tidak heran jika kawasan ini kemudian menjadi salah satu ikon budaya Banyuwangi. Kopi yang diracik dari hasil bumi lokal dipadukan dengan tradisi minum kopi bersama, menghadirkan pengalaman yang berbeda. Desa ini juga berhasil menembus nominasi 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024, bukti bahwa Kemiren telah diakui secara nasional sebagai destinasi wisata unggulan.
Tradisi Ngopi Sepuluh Ewu, Ikon Tahunan Desa Kemiren
Salah satu daya tarik utama Kampung Kopi Kemiren adalah tradisi Ngopi Sepuluh Ewu. Tradisi ini rutin digelar setiap tahun dengan melibatkan ribuan cangkir kopi yang disajikan di sepanjang jalan desa. Wisatawan dapat merasakan pengalaman minum kopi langsung bersama warga, sebuah suasana yang sarat kebersamaan dan kearifan lokal.
Tradisi ini bukan hanya sekadar pesta kopi, melainkan juga simbol ikatan sosial masyarakat Osing. Dengan berkumpul sambil menyeruput kopi, nilai-nilai persaudaraan dan kebersamaan tetap terjaga lintas generasi. Bagi wisatawan, momen ini menghadirkan pengalaman autentik yang tidak bisa dijumpai di tempat lain.
Kopi Kemiren, Cita Rasa Lokal yang Mendunia
Produk kopi dari Kemiren telah menjadi kebanggaan masyarakat. Mulai dari robusta, arabika, hingga jenis lanang, semuanya diolah dengan cara tradisional namun tetap memperhatikan standar kualitas. Bahkan, kopi Kemiren sudah mendapatkan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) yang menambah nilai jual sekaligus kepercayaan konsumen.
Wisatawan dapat menemukan berbagai produk kopi dalam kemasan modern di sejumlah kios maupun rumah warga. Harganya pun cukup bervariasi, sehingga mudah dijangkau berbagai kalangan. Tidak sedikit pula yang menjadikan kopi Kemiren sebagai oleh-oleh khas Banyuwangi.
Wisata Budaya dan Kehangatan Masyarakat
Selain kopi, keunikan Desa Kemiren juga terletak pada pelestarian budaya Osing. Rumah-rumah adat masih berdiri kokoh, lengkap dengan ornamen khas yang menggambarkan identitas suku Osing. Wisatawan yang berkunjung dapat mengikuti berbagai aktivitas, mulai dari melihat pertunjukan kesenian tradisional hingga belajar langsung tentang filosofi hidup masyarakat lokal.
Pengalaman minum kopi di teras rumah warga menjadi salah satu daya tarik yang banyak dicari pengunjung. Sederhana namun penuh kehangatan, pengalaman ini menjadikan wisatawan merasa lebih dekat dengan kehidupan masyarakat desa.
Ikon Wisata Banyuwangi yang Terus Berkembang
Keberhasilan Kampung Kopi Kemiren masuk nominasi ADWI 2024 menjadi bukti nyata bahwa desa ini mampu menggabungkan kearifan lokal dengan pariwisata modern. Dukungan masyarakat dan pemerintah daerah juga membuat pengembangan kawasan ini semakin pesat.
Dengan kekayaan tradisi, cita rasa kopi yang khas, serta keramahan warganya, Kampung Kopi Kemiren kini menjadi salah satu ikon wisata Banyuwangi. Desa ini bukan hanya destinasi, tetapi juga ruang untuk belajar tentang budaya, sejarah, sekaligus menikmati kopi yang menghangatkan persaudaraan. (id)
Editor : A. Nugroho