MALANG - Malang dikenal dengan udaranya yang sejuk, apalagi ketika hujan turun atau malam tiba, hawa dinginnya bisa menusuk hingga ke tulang. Tidak heran, banyak warga maupun wisatawan mencari minuman hangat untuk menemani suasana mendung. Salah satu pilihan paling populer tentu saja STMJ yang sejak lama jadi penghangat andalan khas Jawa Timur. Di Malang, ada beberapa kedai STMJ yang sudah terkenal dengan cita rasa unik dan suasananya yang khas.
- STMJ Pak Sentot
Di tengah udara Malang yang dingin, STMJ Pak Sentot di Jalan Bareng Kulon Gang Nomor 6, Klojen, jadi salah satu destinasi paling dicari. Buka mulai pukul 17.00 hingga 23.00, tempat ini ramai dikunjungi mereka yang lagi butuh penghangat di malam hari.
Menu yang ditawarkan cukup bervariasi. Selain STMJ klasik, ada juga pilihan susu jahe, susu cokelat, serta wedang jahe yang sederhana tapi menenangkan. Yang menarik, Pak Sentot menghadirkan menu unik bernama STMJ Jaddam, yaitu campuran STMJ dengan ramuan jamu yang dipercaya bisa menambah stamina. Untuk teman minum, tersedia camilan seperti roti bakar dan pisang goreng dengan berbagai topping. Soal harga, cukup ramah di kantong, mulai Rp8.000 untuk makanan ringan hingga belasan ribu rupiah untuk STMJ hangatnya.
STMJ Pak Sentot bukan sekadar tempat ngopi atau ngeteh malam, tapi juga lokasi untuk merasakan tradisi sederhana warga Malang: menghangatkan badan dengan minuman jahe yang kental.
- STMJ Bengawan Solo
Bagi yang mencari suasana lebih modern, STMJ Bengawan Solo bisa jadi pilihan tepat. Dengan dua cabang, yakni di Halte SMP Taman Siswa Bunulrejo dan di Jl. Tumenggung Suryo No.39, keduanya buka setiap hari dari pukul 17.00 hingga 02.00 dini hari. Lokasinya strategis, nyaman, dan mengusung konsep kafe yang bersih serta adem.
STMJ di sini dikenal nikmat dengan harga terjangkau, mulai belasan ribu hingga puluhan ribu rupiah tergantung varian. Tak hanya STMJ, tersedia juga menu minuman lain seperti kopi hitam, cokelat hangat, dan teh panas. Untuk camilan, pilihannya cukup luas: roti bakar, roti maryam, pisang goreng, hingga menu yang lebih kekinian seperti kentang bubuk, wonton, dan gyoza dengan harga mulai belasan ribu rupiah.
Kombinasi suasana kafe modern dengan cita rasa tradisional membuat STMJ Bengawan Solo cocok dijadikan tempat nongkrong malam. Bagi anak muda Malang, minum STMJ di sini bukan hanya soal menghangatkan badan, tapi juga pengalaman bersantai bareng teman dengan menu yang lengkap.
Menikmati STMJ di Malang bukan hanya soal menghangatkan badan, tapi juga bagian dari pengalaman kuliner yang melekat dengan keseharian kota ini. Dari racikan tradisional hingga sajian dengan sentuhan modern, setiap kedai menawarkan kehangatan berbeda yang membuat malam dingin terasa lebih bersahabat. Jadi, kalau sedang berada di Malang saat cuaca mendung, jangan lewatkan kesempatan untuk mampir dan mencicipi STMJ legendaris maupun kekinian yang siap menemani obrolan hangat bersama teman atau keluarga. (fr)
Editor : A. Nugroho