RADAR MALANG – Surabaya dikenal sebagai kota dengan ragam kuliner yang menggugah selera. Dari makanan pedas hingga gurih, hampir semua cita rasa bisa ditemukan di sini. Salah satu kawasan yang selalu ramai jadi incaran pecinta kuliner adalah sekitar Stasiun Wonokromo, pintu masuk penting bagi para penumpang kereta yang baru tiba di Kota Pahlawan.
Banyak penumpang kereta dari Malang yang singgah sejenak di Wonokromo untuk mencicipi kuliner khas Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan.
Kawasan ini memang terkenal dengan sajian legendaris yang harganya terjangkau, porsinya melimpah, dan rasanya tak pernah mengecewakan. Tak heran, deretan warung hingga restoran di sekitar stasiun kerap penuh, terutama saat jam makan siang dan malam.
Dari sekian banyak pilihan, ada empat nama kuliner yang begitu populer di kalangan masyarakat maupun wisatawan, yakni Sego Sambel Mak Yeye, Warung Tempe Penyet Mbak Noer, Rawon Kalkulator, dan Sego Sambel Tongkol Mbok Ju. Keempatnya bisa dibilang sebagai ikon kuliner dekat Stasiun Wonokromo.
Sego Sambel Mak Yeye, Ikon Kuliner Malam Surabaya
Sego Sambel Mak Yeye sudah melegenda sejak puluhan tahun lalu. Warung yang terletak di Jalan Jagir Wonokromo Wetan ini baru buka pada sore hingga tengah malam, membuatnya identik dengan kuliner malam khas Surabaya. Menu andalannya adalah nasi sambel dengan lauk ikan pari yang dibakar hingga harum.
Meskipun antrean panjang tak pernah terhindarkan, harga makanan di Mak Yeye tetap ramah di kantong, hanya sekitar Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu per porsi. Bagi penumpang kereta dari Malang yang tiba malam hari, singgah di warung ini bisa menjadi pilihan tepat untuk mengisi perut.
Warung Tempe Penyet Mbak Noer, Murah dan Mengenyangkan
Tak jauh dari lokasi Mak Yeye, ada Warung Tempe Penyet Mbak Noer yang tak kalah legendaris. Terletak di Jalan Jagir Wonokromo No. 120, tempat makan ini selalu dipadati pengunjung setiap hari. Sesuai namanya, menu favorit di sini adalah tempe penyet dengan sambal pedas yang bikin nagih.
Selain tempe, warung ini juga menyediakan aneka lauk lain seperti ayam, tahu, hingga ikan. Dengan harga yang berkisar Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu, Warung Mbak Noer dikenal ramah di kantong mahasiswa maupun pekerja yang singgah di sekitar Wonokromo. Banyak penumpang kereta dari Malang yang sengaja mampir ke warung ini sebelum melanjutkan perjalanan ke rumah.
Rawon Kalkulator, Sensasi Hitung Cepat di Meja Kasir
Kuliner khas Jawa Timur tak lengkap tanpa menyebut Rawon Kalkulator. Lokasinya di dekat Kebun Binatang Surabaya, hanya beberapa menit dari Stasiun Wonokromo. Rawon ini terkenal karena kelezatan kuahnya yang pekat serta aksi unik kasir yang bisa menghitung total belanja dengan sangat cepat tanpa menggunakan kalkulator.
Harga seporsi rawon cukup terjangkau, mulai Rp 25 ribu. Tempat ini sudah lama jadi destinasi kuliner favorit keluarga maupun wisatawan. Tak sedikit pula warga Malang yang sedang berkunjung ke Surabaya menyempatkan diri makan di sini, karena rawon memang sudah menjadi identitas kuliner Jawa Timur.
Sego Sambel Tongkol Mbok Ju, Pedasnya Bikin Ketagihan
Nama lain yang tak boleh terlewat adalah Sego Sambel Tongkol Mbok Ju. Warung ini populer dengan menu nasi sambel tongkol yang pedasnya bikin ketagihan. Sajian sederhana namun kaya rasa ini membuat pengunjung rela antre panjang, terutama pada jam makan malam.
Dengan harga yang masih ramah, Mbok Ju tetap mempertahankan cita rasa otentik sejak pertama berdiri. Banyak pelanggan menyebut, sambelnya memiliki tingkat kepedasan khas yang berbeda dengan warung lain. Tak heran, warung ini masuk dalam daftar rekomendasi kuliner terbaik dekat Stasiun Wonokromo.
Wonokromo, Persinggahan Kuliner bagi Penumpang dari Malang
Kehadiran empat kuliner legendaris ini menjadikan kawasan Wonokromo sebagai persinggahan wajib, khususnya bagi penumpang kereta dari dan menuju Malang. Dengan sajian yang nikmat, harga terjangkau, serta lokasi yang strategis, tak heran bila kawasan ini selalu hidup hingga larut malam.
Bagi wisatawan maupun perantau dari Malang, mencicipi kuliner di sekitar Stasiun Wonokromo bukan hanya soal mengisi perut, tetapi juga bagian dari pengalaman menikmati kehangatan Surabaya. Empat warung ini membuktikan bahwa kuliner sederhana tetap bisa menjadi ikon kota, bahkan melampaui generasi. (id)
Editor : A. Nugroho