Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tiga Desa Kelola Rest Area Wringinanom di Kecamatan Poncokusumo Mulai Disusun

Bayu Mulya Putra • Jumat, 17 Oktober 2025 | 16:19 WIB
BELUM BEROPERASI: Pembangunan rest area di Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo dinyatakan tuntas pada akhir September lalu.
BELUM BEROPERASI: Pembangunan rest area di Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo dinyatakan tuntas pada akhir September lalu.

PONCOKUSUMO - Meski belum resmi dibuka, perencanaan tata kelola Rest Area Wringinanom di Kecamatan Poncokusumo mulai disusun. Tiga desa bakal turun tangan mengelola tempat singgah wisatawan menuju Gunung Bromo tersebut. Tiga desa tersebut juga membentuk BUMDes gabungan.

Seperti diketahui, rest area tersebut sudah dibangun sejak awal 2024. Pembangunannya dinyatakan rampung pada awal bulan September lalu. Total ada dana Rp 83,36 miliar yang dialokasikan. Anggaran itu berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), ditujukan untuk menyelesaikan pembangunan fasilitas penunjang di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Meski pembangunan fisiknya sudah selesai, rest area yang diberi nama ‘Gerbang Bromo Tengger Semeru’ itu belum dibuka. Pagar masih menutupi bagian depan tempat persinggahan tersebut. ”Belum beroperasi karena dari Kementerian PU belum ada Berita Acara Serah Terima (BAST),” kata Camat Poncokusumo Didik Agus Mulyono.

Meski demikian, ancang-ancang pengelolaannya sudah mencuat. Didik mengatakan, tiga desa bakal turun tangan mengelola rest area tersebut. Yakni Desa Wringinanom, Gubugklakah, dan Desa Duwet, Kecamatan Tumpang. Tiga desa itu membentuk BUMDes Tri Makmur untuk melakukan pengelolaannya. Tiga desa dilibatkan karena mereka sudah menyertakan modal berupa tanah yang dipakai untuk membangun.

Didik menyebut, akan ada skema pembagian keuntungan untuk tiga desa itu. Nanti, keuntungan itu masuk dalam Pendapatan Asli Desa (PADes). ”Sumber-sumber pendapatannya itu ada parkir kendaraan, sewa gerai, stan usaha, karcis pertunjukan, dan lain-lain yang sah,” sebut dia.

Di dalam rest area itu ada panggung amphitheater terbuka untuk sebuah pertunjukan. Selain menjadi tempat persinggahan, tempat itu juga dijadikan sentra UMKM warga sekitar dan panggung kesenian. Sementara parkir, ditaksir bisa menampung 15 unit bus dalam satu tempat. (biy/by)

Editor : A. Nugroho
#Bumdes #Gabungan #kspn #Rest area #gunung bromo