RADAR MALANG – Nganjuk tidak hanya terkenal dengan kulinernya yang menggugah selera, tetapi juga memiliki pesona sejarah yang menarik untuk diabadikan. Di beberapa titik kota ini, masih berdiri bangunan dan situs kuno yang menghadirkan nuansa klasik, cocok bagi Anda yang gemar berfoto dengan latar rumah atau arsitektur tempo dulu.
Bangunan-bangunan tua ini bukan hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga menyimpan kisah panjang tentang perjalanan sejarah Nganjuk dari masa ke masa. Dari peninggalan era Majapahit hingga sisa bangunan kolonial, semuanya memberikan pengalaman tersendiri bagi pecinta fotografi maupun wisata sejarah.
Berikut tiga spot rumah lama di Nganjuk yang bisa Anda jadikan latar foto bernuansa retro, klasik, sekaligus historis.
- Setum Loceret – Pesona Retro dari Bangunan Kolonial
Bagi penggemar foto bergaya vintage, Setum Loceret menjadi pilihan utama. Area ini dulunya merupakan bekas pabrik gula peninggalan Belanda yang masih menyisakan bangunan kokoh dengan menara tinggi. Dinding bata ekspos dan arsitektur klasiknya menghadirkan kesan retro yang autentik.
Waktu terbaik untuk berfoto adalah sore hari, ketika sinar matahari menciptakan bayangan hangat di antara bangunan tua. Tempat ini juga kerap menjadi lokasi favorit bagi fotografer lokal untuk sesi potret bertema sejarah.
Lokasi: Kecamatan Loceret, Nganjuk.
Waktu Terbaik: Sore hari menjelang matahari terbenam.
- Museum Anjuk Ladang – Jejak Awal Sejarah Kota Nganjuk
Museum Anjuk Ladang menjadi destinasi wajib bagi pencinta sejarah. Di dalamnya tersimpan berbagai peninggalan dari masa Hindu kuno hingga Majapahit, termasuk Prasasti Anjuk Ladang yang menjadi simbol kelahiran Kabupaten Nganjuk.
Bangunannya bergaya klasik dengan halaman luas, sangat cocok untuk dijadikan spot foto bertema edukatif dan historis. Suasananya tenang, menambah kesan mendalam bagi siapa pun yang berkunjung.
Lokasi: Jl. Gatot Subroto, Kauman, tepat di sebelah Terminal Kota Nganjuk.
Jam Buka: Setiap hari pukul 08.00–14.00 WIB.
Biaya Masuk: Gratis.
- Candi Ngetos – Keagungan Majapahit yang Masih Berdiri
Candi Ngetos menjadi bukti kejayaan Kerajaan Majapahit di abad ke-15. Bangunannya yang terbuat dari bata merah dengan struktur tinggi menciptakan suasana magis dan megah. Meskipun sebagian candi sudah mengalami kerusakan, pesonanya tetap memikat, terutama bagi pemburu foto berlatarkan arsitektur kuno.
Selain sebagai spot foto, tempat ini juga cocok untuk mengenal lebih jauh sejarah perkembangan Hindu di Jawa Timur.
Lokasi: Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, sekitar 17 kilometer dari pusat Kota Nganjuk.
Jam Buka: Setiap hari pukul 06.00–18.00 WIB.
Menikmati Nostalgia Lewat Lensa Kamera
Menjelajahi spot rumah lama di Nganjuk bukan hanya tentang berfoto, tetapi juga tentang mengenang perjalanan panjang daerah ini. Dari sisa bangunan kolonial hingga candi peninggalan kerajaan, setiap tempat menyimpan kisah yang tak lekang oleh waktu. Bagi pecinta sejarah dan fotografi, Nganjuk menawarkan kombinasi sempurna antara keindahan masa lalu dan kehangatan budaya lokal. (id)