Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Nasi Goreng Andalan Anak UB di Ketawanggede Malang, dari Cak Keceng hingga Cak No yang Legendaris

A. Nugroho • Selasa, 4 November 2025 | 20:57 WIB
PRAKTIS: Nasi goreng selalu cocok disaat pagi, siang, hingga malam hari.
PRAKTIS: Nasi goreng selalu cocok disaat pagi, siang, hingga malam hari.

MALANG - Kawasan Ketawanggede, Lowokwaru, memang dikenal sebagai salah satu titik kuliner malam paling ramai di sekitar Universitas Brawijaya (UB). Bagi mahasiswa, menu nasi goreng menjadi pilihan paling aman sekaligus menggugah selera saat malam hari, apalagi ketika tugas kuliah menumpuk. Aromanya yang smoky, rasa gurihnya yang khas, serta harga ramah di kantong membuat nasi goreng menjadi comfort food sejuta umat di sekitar UB. Tak heran, banyak warung legendaris di sini yang tak pernah sepi pelanggan dari dulu hingga sekarang.

Deretan warung nasi goreng di Ketawanggede bukan hanya menjual rasa, tapi juga cerita, dari interaksi hangat penjual dengan pelanggan langganan hingga cita rasa yang tetap konsisten selama bertahun-tahun. Tiga tempat berikut menjadi rekomendasi terbaik bagi siapa pun yang ingin mencicipi nasi goreng legendaris anak UB. Mulai dari cita rasa smoky khas gerobakan hingga racikan pedas yang nagih, semuanya bisa kamu temukan di sini.

 

 

Berlokasi di Jl. Watu Gong No. 5, Ketawanggede, Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, warung sederhana ini buka setiap hari mulai pukul 17.30 hingga 00.00 WIB. Meski hanya berupa gerobak di pinggir jalan, aroma smoky dari wajan Cak Keceng mampu menggoda siapa pun yang melintas. Nasi gorengnya terkenal karena bumbu khas yang wangi, topping melimpah seperti ayam dan bakso, serta sayur yang tidak pelit. Penjualnya pun ramah dan hafal dengan pesanan pelanggan setia, menciptakan suasana akrab khas warung mahasiswa.

Menu andalan di sini adalah nasi goreng putih dengan tingkat pedas sedang, ditambah telur dadar yang lembut. Pelanggan setia sejak tahun 2009 menyebut warung ini sebagai salah satu nasgor gerobakan terbaik di Malang. Meskipun tempatnya sederhana di emperan jalan, rasa nasi gorengnya tidak pernah mengecewakan. Tak heran, antrean panjang menjadi pemandangan biasa setiap malam, membuktikan cita rasa legendaris yang masih bertahan hingga kini.

 

 

Sedikit bergeser dari lokasi pertama, ada Nasi Goreng Cak Mel yang terletak di Jl. Watugong II No. 38, Ketawanggede, Lowokwaru, Kota Malang, buka dari pukul 18.00 hingga 01.00 WIB. Bagi mahasiswa UB, nama Cak Mel sudah tak asing lagi. Meski hanya berupa warung kaki lima, tempat ini selalu ramai pembeli. Dengan harga mulai Rp 12.000 - Rp 15.000, kamu sudah bisa menikmati nasi goreng dengan telur dan kerupuk, porsi yang cukup besar untuk ukuran mahasiswa.

Cita rasanya dikenal pedas gurih dengan dominasi lada, memberi sensasi hangat saat disantap malam hari. Namun, tingkat kepedasannya kadang tidak konsisten, jadi sebaiknya pesan tidak pedas jika tak kuat dengan rasa menyengat. Meski begitu, banyak yang menobatkan Cak Mel sebagai nasgor terenak se-Malang Raya. Suasananya ramai, santai, dan penuh obrolan khas mahasiswa yang membuat makan di sini terasa akrab dan hangat.

 

 

Tak kalah legendaris, Nasi Goreng Cak No yang berlokasi di Jl. Kerto Pamuji No. 25, Ketawanggede, Lowokwaru, Kota Malang, buka panjang dari pukul 07.00 hingga 01.00 WIB. Tempat ini jadi pilihan tepat untuk yang ingin sarapan pagi, makan siang cepat, atau kuliner malam. Rasa nasi gorengnya punya ciri khas tersendiri, bumbu yang kuat, gurihnya pas, dan tidak bikin enek. Porsinya juga ideal, cukup mengenyangkan tanpa terasa berlebihan.

Cak No dikenal karena variasi topping-nya yang beragam serta racikan bumbu yang seimbang antara gurih dan manis. Banyak pelanggan mengatakan, nasi goreng di sini punya rasa beda dibandingkan tempat lain, ada sentuhan rahasia yang bikin nagih. Meski tampil sederhana, tempat ini tetap jadi favorit mahasiswa hingga pekerja malam yang butuh energi tambahan sebelum pulang.

Ketawanggede bukan hanya dikenal sebagai daerah padat mahasiswa, tapi juga surga kuliner malam yang selalu hidup hingga larut. Tiga nasi goreng di atas, mulai dari Cak Keceng, Cak Mel, dan Cak No menjadi bukti bahwa cita rasa tak harus mahal atau mewah. Dari aroma gosong yang khas, sambutan hangat penjual, hingga harga yang bersahabat, semua menyatu menjadi pengalaman kuliner yang sulit dilupakan.

Jadi, buat kamu yang sedang kuliah atau sekadar berkunjung ke sekitar UB, jangan lewatkan kesempatan untuk mencoba salah satu (atau semuanya!) dari tiga nasi goreng legendaris ini. Karena di balik sepiring nasi goreng sederhana, tersimpan kenangan, kehangatan, dan cita rasa Malang yang tak lekang oleh waktu. (fr) 

Editor : A. Nugroho
#Watugong #MANTAP #malang #nasi goreng