Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Daftar Rekomendasi Kuliner Khas Palembang yang Autentik sebelum Naik Bus Palembang Jakarta

Indra Andi • Minggu, 9 November 2025 | 00:30 WIB

Photo
Photo

Naik bus Palembang Jakarta bukan hanya soal perjalanan menyeberangi pulau, melainkan tentang menikmati pengalaman yang lengkap sejak masih di kota asal. Sebelum berangkat, Palembang selalu punya cara memanjakan lidah lewat deretan kuliner khas yang menggoda–mulai dari pempek yang gurih hingga pindang patin yang kaya rempah. Setiap suapan menghadirkan cerita tentang budaya dan kehangatan masyarakatnya, membuat siapa pun enggan bergegas pergi. Jadi, sebelum menempuh rute panjang ke Jakarta, pastikan Anda sudah mencicipi kelezatan autentik Palembang yang sayang untuk dilewatkan.

Jika Anda berencana menempuh perjalanan dengan bus Palembang Jakarta, luangkan sedikit waktu sebelum keberangkatan untuk berburu kuliner legendaris yang menjadi kebanggaan warga setempat. Dari jajanan kaki lima yang sederhana hingga hidangan tradisional yang mewah, semuanya memiliki cita rasa yang membuat rindu meski Anda telah tiba di ibu kota. Berikut daftar rekomendasi kuliner khas Palembang yang wajib Anda cicipi sebelum melangkah ke terminal dan naik bus menuju Jakarta.


1. Pempek
Pempek adalah simbol rasa dan identitas kuliner Palembang yang tak lekang oleh waktu. Hidangan berbahan dasar ikan segar yang dicampur sagu ini menghadirkan tekstur kenyal yang khas, berpadu sempurna dengan siraman kuah cuko beraroma tajam yang memadukan rasa pedas, asam, dan manis dalam satu suapan. Di balik popularitasnya, pempek menyimpan jejak sejarah akulturasi antara budaya lokal dan Tionghoa yang bermula sejak masa Kesultanan Palembang, ketika para perantau memperkenalkan teknik olahan ikan yang kemudian diadaptasi masyarakat setempat. Dari varian klasik seperti kapal selam berisi telur hingga lenjer dan kulit yang gurih, setiap jenis pempek menyuguhkan karakter berbeda namun tetap mencerminkan semangat kota Palembang—hangat, lentur, dan selalu beradaptasi dengan zaman.


2. Mi Celor
Mi celor adalah salah satu kuliner khas Palembang yang menggoda lidah sejak suapan pertama. Hidangan ini menyajikan mi yang direbus dalam air panas hanya beberapa saat hingga lembut, kemudian disajikan dalam kuah santan kental yang diperkaya dengan kaldu udang yang tajam dan gurih.
Ebi panggang, yang menghadirkan rasa laut yang dalam, menjadi rahasia kelezatan mi celor. Aromanya pun khas–sulit untuk ditiru di rumah. Sejumput tauge ditaburkan di atasnya untuk memberikan kesegaran yang seimbang dengan kuah sup yang kaya rasa.
Tidak mengherankan, mi celor sering disebut sebagai simbol sarapan hangat Palembang — perpaduan sederhana antara mi, santan, dan udang yang diubah menjadi sajian yang istimewa.


3. Martabak HAR
Martabak HAR berdiri sebagai salah satu hidangan legendaris di kota Palembang yang telah ada sejak tahun 1947. Diciptakan oleh Haji Abdul Rozak, yang namanya disingkat menjadi HAR, hidangan ini menghadirkan perpaduan telur bebek yang lezat dan saus kari kental yang menggugah selera. Perpaduan ini menciptakan cita rasa unik yang membedakannya dari martabak pada umumnya. Sekarang, warisan bisnis keluarga ini dijalankan oleh putrinya, yang tetap mempertahankan keaslian rasa sekaligus meneruskan tradisi kuliner kebanggaan Palembang yang tak pernah kehilangan penggemar.


4. Celimpungan
Celimpungan merupakan salah satu sajian khas Palembang yang menggoda dengan perpaduan rasa gurih dan lembutnya tekstur. Hidangan ini dibuat dari campuran daging ikan segar dan sagu yang diolah hingga kenyal, lalu disiram dengan kuah santan beraroma rempah yang ringan, tetapi kaya rasa. Bentuknya menyerupai bulatan pipih berukuran kecil, dan saat disajikan hangat, setiap suapan terasa lembut berpadu dengan gurih santan yang menggugah selera. Taburan bawang goreng dan sedikit sambal membuatnya makin nikmat, menjadikan celimpungan pilihan sempurna untuk sarapan atau santapan ringan sebelum melanjutkan perjalanan dengan bus Palembang Jakarta.


5. Pindang Patin
Pindang patin adalah salah satu kuliner paling lezat di Palembang, dengan cita rasa segar, pedas, dan gurih. Ikan patin dalam sup ini dipadukan dengan berbagai rempah lokal, termasuk serai, lengkuas, daun jeruk, tomat hijau, serta potongan nanas muda untuk menciptakan aroma yang harum dan warna yang menggugah selera. Siraman daun kemangi di akhir proses memasak memberikan aroma dan rasa yang tak terlupakan. Tidak mengherankan jika pindang patin menjadi hidangan ikonik yang wajib dicicipi sebelum Anda naik bus Jakarta Palembang—panas, lezat, dan benar-benar mewakili intisari kuliner kaki lima yang lezat dan autentik.

6. Burgo
Burgo adalah salah satu hidangan tradisional asli dari Palembang yang mewakili kelembutan dan kedalaman rasa lokal– perpaduan antara asap dan api. Hidangan ini terdiri dari pancake tipis dari tepung beras fermentasi yang digulung dan dipotong menjadi irisan, lalu disiram dengan saus santan hangat beraroma rempah dan ditambah potongan ikan gabus yang lembut.

Saus gurih ini berpadu harmonis dengan gulungan lembut, menciptakan pengalaman rasa yang hangat dan menenangkan, terutama ketika disantap untuk sarapan. Makanan tradisional ini diwariskan dari era Kesultanan Palembang Darussalam dan hingga kini masih sering disajikan pada acara khusus maupun sebagai hidangan sarapan sehari-hari. Burgo umumnya disajikan bersama telur rebus, bawang merah goreng, sambal, serta kerupuk sebagai pelengkap yang menambah cita rasa di setiap gigitannya.


7. Kue 8 Jam
Kue 8 Jam merupakan salah satu warisan kuliner tradisional dari Palembang yang sarat makna dan tradisi. Butuh waktu lama untuk membuat kudapan manis ini–delapan jam penuh di kukusan diikuti dengan waktu singkat di oven–yang menghasilkan hidangan aromatik dan lembut yang meleleh di lidah. Kue ini disiapkan dari i telur, gula, susu kental manis, margarin, dan sentuhan vanila, memberikan rasa manis yang kuat dan warna kuning kecokelatan yang menggugah selera. Dahulu, kudapan ini hanya tersaji di meja bangsawan karena resep tradisionalnya menggunakan bahan-bahan mahal, tetapi kini Kue 8 Jam telah menjadi hidangan yang digemari semua kalangan.

Menutup perjalanan rasa di Palembang selalu membawa kesan hangat dan penuh cerita. Setiap suapan pempek, celimpungan, atau pindang patin seolah menjadi bagian dari petualangan sebelum Anda melangkah menuju ibu kota. Kini, menikmati travel Palembang ke Jakarta semakin praktis berkat kemudahan pemesanan tiket di redBus. Melalui platform ini, Anda bisa memilih bus Palembang Jakarta favorit, membandingkan jadwal, dan memesan kursi hanya dengan beberapa klik. Jadi, setelah puas menjelajahi kuliner khas Palembang, lanjutkan pengalaman perjalanan Anda dengan nyaman bersama redBus.

Editor : Indra Andi
#kuliner khas palembang #kuliner nuasantara #Palembang