MALANG - Bagi para penumpang kereta yang baru tiba di Stasiun Malang Kota Baru, tak ada hal yang lebih menyenangkan selain menikmati sajian kuliner khas kota dingin ini. Kawasan sekitar stasiun memang dikenal sebagai surganya makanan enak, dari kuliner legendaris hingga warung sederhana yang tak pernah sepi pengunjung. Wangi masakan yang menggoda di sepanjang jalan jadi penanda betapa ramainya aktivitas kuliner di jantung Kota Malang.
Baik untuk sarapan setelah perjalanan panjang, makan siang santai, atau makan malam sebelum naik kereta pulang, kawasan sekitar stasiun selalu punya pilihan menarik untuk dicoba. Berikut tiga rekomendasi tempat makan dekat Stasiun Malang Kota Baru yang terkenal dengan cita rasa lezat, harga ramah di kantong, dan suasana khas Malang yang hangat.
- Nasi Goreng Pak Dji Porsi Jumbo
Berlokasi di Gg. Manunggal No. 18, Klojen, Kota Malang, Nasi Goreng Pak Dji buka mulai pukul 14.00 hingga 21.30. Sesuai namanya, menu utama di tempat ini terkenal dengan porsinya yang benar-benar jumbo. Sepiring nasi goreng bisa disantap berdua bahkan bertiga karena toppingnya melimpah. Rasa gurihnya begitu menonjol, pas bagi penggemar nasi goreng khas rumahan dengan aroma wajan yang kuat.
Selain nasi goreng, menu lain seperti koloke dan fuyunghai juga jadi favorit pelanggan. Harga per porsi mulai dari Rp 35.000 hingga Rp 50.000, terbilang sepadan dengan ukuran dan rasa yang memuaskan. Tempat ini cocok untuk makan bersama teman atau keluarga, apalagi pelayanannya cepat dan ramah. Kalau kamu tipe yang suka kuliner gurih dan mengenyangkan, Nasi Goreng Pak Dji jelas wajib masuk daftar kunjungan kuliner di sekitar stasiun.
- Rawon Rampal
Hanya sekitar lima menit dari Stasiun Kota Baru, kamu bisa menemukan Rawon Rampal yang legendaris di Jl. Panglima Sudirman No. 71A, Klojen, Malang. Warung ini buka mulai pukul 07.00 sampai 14.00 dan sudah berdiri sejak tahun 1957. Rawon ini dimasak menggunakan tungku kayu bakar, membuat aroma kluwek dan rempahnya terasa khas. Kuah hitam pekatnya begitu gurih dan kaya cita rasa, sementara potongan dagingnya tebal, empuk, dan minim lemak.
Selain rawon daging, ada juga pilihan rawon babat, nasi campur, dan soto yang tak kalah menggoda. Harga seporsinya sekitar Rp 40.000 - Rp 50.000, dengan opsi setengah porsi untuk yang ingin hemat. Tempatnya sederhana namun nyaman, sering jadi langganan para tokoh terkenal, bahkan Presiden pun pernah mampir ke sini. Rasanya bukan hanya soal kelezatan, tapi juga nostalgia, setiap sendok rawon membawa kenangan masa lalu yang hangat. Tak heran jika Rawon Rampal selalu dipadati pengunjung setiap hari.
- Bakso Pak Wit Pusat
Kalau kamu penggemar bakso, Bakso Pak Wit Pusat di Jl. Kesatrian Dalam No. E9, Kesatrian, Blimbing, bisa jadi destinasi tepat. Buka dari pukul 10.00 sampai 21.00, tempat ini terkenal dengan bakso lezat dan harga yang ramah di kantong. Pilihan menunya lengkap, mulai dari bakso urat, bakso halus, bakso goreng bundar, hingga lontong dan sayuran pelengkap. Tempatnya juga luas dan nyaman untuk makan bersama keluarga atau teman.
Salah satu menu favorit pengunjung adalah goreng bundarnya yang renyah di luar namun lembut di dalam, bahkan masih terasa nikmat meski dibawa pulang. Pelayanannya cepat dan ramah, membuat pelanggan betah untuk kembali. Selain bakso, es degan jeruk di sini juga wajib dicoba dengan harga hanya Rp 5.000. Rasanya segar dan manis alami, pas untuk menutup santapan hangatmu. Tak heran jika Bakso Pak Wit sering disebut sebagai salah satu kuliner nyempil tapi legendaris di sekitar Stasiun Kota Baru.
Kawasan sekitar Stasiun Malang Kota Baru bukan sekadar tempat transit, tapi juga pusat kuliner yang menyimpan cita rasa khas Malang. Dari rawon legendaris hingga nasi goreng jumbo, semuanya punya daya tarik tersendiri bagi para pecinta kuliner. Suasana kota yang hangat dan keramahan para penjualnya menambah nilai tersendiri saat menikmati setiap suapan.
Jadi, sebelum kamu melanjutkan perjalanan berikutnya, sempatkan waktu untuk mencicipi kuliner khas di sekitar stasiun ini. Siapa tahu, dari sekadar ingin makan, kamu justru menemukan rasa nostalgia dan kehangatan kota Malang yang selalu bikin rindu untuk kembali. (fr)
Editor : A. Nugroho