Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dua Bakmi Jogja Favorit di Malang, Rasa Medoknya Bikin Susah Move On!

A. Nugroho • Selasa, 11 November 2025 | 20:43 WIB
GURIH MEDOK: Bakmi Jogja Blangkon dan Bakmi Jogja Kajoetangan jadi dua destinasi kuliner yang wajib dicoba saat berada di Malang.
GURIH MEDOK: Bakmi Jogja Blangkon dan Bakmi Jogja Kajoetangan jadi dua destinasi kuliner yang wajib dicoba saat berada di Malang.

MALANG — Bagi pecinta kuliner khas Jawa, aroma kaldu gurih dari semangkuk bakmi godog atau bakmi goreng Jogja selalu punya daya tarik tersendiri. Perpaduan mi lembut, suwiran ayam, dan kuah gurih kental menjadi kombinasi sempurna yang menggugah selera, terlebih saat dinikmati di tengah udara sejuk Kota Malang.

Di antara banyaknya warung bakmi di kota ini, dua tempat berikut menjadi favorit warga maupun wisatawan karena cita rasanya yang otentik dan suasananya yang selalu ramai yaitu Bakmi Jogja Blangkon dan Bakmi Jogja Kajoetangan. Keduanya menghadirkan sensasi kuliner khas Jogja yang medok, gurih, dan tak pernah gagal memanjakan lidah.

1. Bakmi Jogja Blangkon
Pagi hari di kawasan Klojen, aroma kaldu gurih langsung menyambut dari dapur Bakmi Jogja Blangkon yang berlokasi di Jl. Cokroaminoto, Klojen, Kota Malang. Warung sederhana ini buka setiap hari pukul 07.00–14.15 WIB, dan sejak jam buka, antrean pembeli sudah terlihat memadati area makan.

Begitu semangkuk bakmi disajikan, aroma kuah kaldu ayam kampung langsung menyeruak. Tekstur minya kenyal, disiram kuah kental yang gurih tapi tidak membuat enek, dengan suwiran ayam yang lembut dan tanpa aroma amis. Potongan telur bebek dan taburan bawang goreng menjadi pelengkap yang menambah kelezatan setiap suapan.

Ciri khas Bakmi Jogja Blangkon terletak pada bumbu medoknya yang seimbang antara gurih, manis, dan sedikit smoky dari proses masak tradisionalnya. Rasanya kaya, tapi tetap ringan di mulut. Tak heran, banyak pengunjung datang pagi-pagi hanya untuk menikmati semangkuk bakmi godog hangat di tempat ini. Dengan harga mulai Rp15 ribu, cita rasa yang disajikan jelas jauh melebihi ekspektasi.

Suasana warung pun terasa akrab dan nyaman, khas nuansa Jawa yang sederhana tapi penuh keramahan. Pelayanannya cepat, bahkan di jam ramai sekalipun. Makanan selalu disajikan panas dan segar, membuat pengalaman bersantap semakin berkesan.

2. Bakmi Kajoetangan
Beranjak siang, perjalanan kuliner bisa dilanjutkan ke kawasan Kayutangan, jantung kota Malang yang dikenal dengan deretan kafe dan kuliner legendarisnya. Di sini berdiri Bakmi Jogja Kajoetangan, beralamat di Jl. Jenderal Basuki Rahmat No.18, Kauman, Kecamatan Klojen, yang buka pukul 11.00–22.30 WIB. Warung ini hampir tidak pernah sepi, terutama saat malam hari.

Aroma tumisan bawang, kaldu ayam, dan mi yang digoreng dengan api besar langsung menguar dari dapur terbuka. Suasana hangat dan padat pengunjung menambah semarak pengalaman kuliner malam di Kayutangan. Menu andalan di sini tentu saja Mi Godog Jogja, yang disajikan panas-panas dengan kuah creamy dan cita rasa gurih khas Yogyakarta.

Setiap sendok kuahnya menghadirkan rasa manis gurih yang berpadu harmonis, sementara potongan ayam kampung, telur, dan sawi segar memperkaya tekstur dan rasa. Proses memasak menggunakan tungku arang menghadirkan aroma smoky yang khas, membuat setiap suapan terasa otentik dan sulit dilupakan.

Selain mi godog, tersedia pula berbagai menu lain seperti mi goreng, nasi goreng, hingga capcay, semuanya dimasak langsung di dapur terbuka. Pengunjung bisa melihat langsung proses memasaknya yang cepat dan atraktif. Sebagai pelengkap, minuman tradisional Wedang Uwuh menjadi pilihan tepat untuk menemani malam dingin Malang. Minuman hangat berbahan jahe, serai, daun kayu manis, dan cengkeh ini disajikan dengan gula batu, menghadirkan sensasi hangat dan menenangkan.

Dari sisi fasilitas, Bakmi Jogja Kajoetangan terbilang lengkap. Tersedia area makan indoor dan outdoor, toilet bersih, serta pelayanan yang tanggap meski antrean panjang tak pernah berhenti. Suasana yang ramai justru menambah kesan otentik, layaknya sedang menikmati kuliner malam di sudut kota Yogyakarta.

Kedua tempat ini sama-sama memiliki keunggulan yang membuatnya digemari. Bakmi Jogja Blangkon cocok bagi pencinta kuliner pagi yang ingin menikmati sarapan hangat dengan cita rasa khas Jawa tanpa merogoh kocek dalam. Sedangkan Bakmi Jogja Kajoetangan pas untuk makan malam santai sambil menikmati nuansa klasik Kayutangan yang penuh nostalgia.

Bagi penikmat kuliner, keduanya menawarkan pengalaman yang berbeda namun sama-sama memuaskan. Kaldu pekat, bumbu medok, tekstur mi yang lembut, serta aroma khas masakan tradisional membuat bakmi Jogja di Malang ini sulit dilupakan.

Tak hanya mengenyangkan perut, setiap suapan juga menghadirkan rasa hangat dan sederhana yang mencerminkan filosofi kuliner Jawa yang nikmat tanpa berlebihan, kaya rasa tanpa banyak basa-basi.

Jadi, jika sedang berada di Malang dan ingin menikmati kelezatan kuliner khas Yogyakarta tanpa harus jauh-jauh ke Kota Gudeg, dua warung ini wajib masuk dalam daftar kunjungan. Karena di setiap mangkuk bakmi Jogja, selalu ada cerita tentang kehangatan, tradisi, dan rasa yang bikin susah move on. (rz)

Editor : A. Nugroho
#bakmi #otentik #malang #jogja #smoky