MALANG – Soto Dok Lamongan menjadi salah satu kuliner yang memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Kota Malang. Keunikannya bukan hanya terletak pada cita rasa kuah bening yang segar, tetapi juga pada tradisi khas yakni membenturkan botol kecap ke meja hingga berbunyi “dhok”.
Tradisi ini bukan sekadar gaya penyajian, melainkan identitas yang membuat pelanggan mudah mengenali soto khas Lamongan ini. Di Kota Malang sendiri, terdapat beberapa warung Soto Dok Lamongan yang populer dan kerap menjadi jujukan para pecinta kuliner. Berikut tiga rekomendasi tempat yang wajib dicoba.
1. Soto Dhok Lamongan H Slamet
Terletak di Jalan Terusan Pulosari, Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, warung ini buka setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 22.00. Ciri khas utama dari Soto Dhok Lamongan H Slamet tentu saja terdapat pada “bantingan botol” yang menghasilkan suara “dhok” keras dan sering membuat pelanggan baru terkejut. Suara tersebut menjadi penanda bahwa pesanan soto sedang disiapkan dan memberikan sensasi unik yang tidak ditemukan pada soto biasa.
Dari segi rasa, sotonya dikenal enak dengan porsi yang pas. Side dish nya juga cukup beragam, mulai dari perkedel hingga aneka bagian jeroan. Pengunjung dapat memilih soto daging atau campur, bahkan bisa menyesuaikan isian sesuai selera seperti hanya hati sapi, usus, atau paru saja.
Satu porsi soto daging disajikan dengan kuah bening yang berisi irisan daging sapi cukup banyak, tauge rebus, nasi, daun bawang, dan taburan bawang goreng. Kuah beningnya tidak berlemak, rasanya ringan namun tetap gurih dan segar, sehingga cocok dinikmati kapan saja.
2. Soto Dok Lamongan Umik Mar
Warung ini berada di samping Alfamidi, Jalan Ahmad Yani Nomor 87, Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, dan buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 00.00.
Soto Dok Lamongan Umik Mar menyajikan berbagai varian topping yang menggugah selera. Rasa sotonya mantap dengan bumbu yang terasa kuat, sementara dagingnya empuk sehingga mudah dinikmati semua kalangan.
Pilihan lauk tambahannya cukup beragam, seperti iso, paru, babat, hingga perkedel. Cita rasa sotonya mengingatkan pada masakan rumahan, terutama karena kuah kaldunya yang melimpah dan kaya rasa.
Koya yang disediakan juga banyak, sehingga memberikan sensasi gurih yang lebih lengkap saat dicampurkan ke dalam kuah. Kuahnya memiliki karakter segar dan cocok dipadukan dengan topping daging maupun jeroan.
3. Soto Dhok
Rekomendasi selanjutnya adalah Soto Dhok yang berlokasi di Jalan Sunandar Priyo Sudarmo Nomor 19, Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Tempat ini buka setiap hari dari pukul 10.00 hingga 22.00.
Warungnya dikenal bersih, cukup luas, dan memiliki pelayanan yang ramah. Dari segi rasa, sotonya enak dan porsinya sesuai dengan harga yang ditawarkan. Keunikan warung ini tentu terletak pada tradisi “dhok”, yakni bunyi keras dari botol kecap yang dibenturkan ke meja saat penyajian.
Selain memberi kesan unik, hal itu menjadi identitas khas yang membedakan soto ini dari soto-soto lainnya. Rasa kuahnya cukup segar dengan bumbu yang meresap dan medok.
Dagingnya pun empuk, ditambah adanya pilihan menu jerohan yang membuat pengalaman makan menjadi lebih lengkap. Banyak pelanggan menjadikan tempat ini sebagai soto favorit karena rasanya yang nikmat, sedap, dan konsisten.
Tiga rekomendasi di atas dapat menjadi pilihan bagi masyarakat Kota Malang maupun wisatawan yang ingin menikmati sajian soto khas Lamongan dengan pengalaman berbeda. Setiap tempat menghadirkan ciri khas masing-masing, namun tetap mempertahankan kelezatan yang menjadi alasan kuliner ini terus diminati banyak orang. (gg)
Editor : A. Nugroho