MALANG – Ayam betutu kini makin mudah ditemukan di Malang. Menu khas Bali yang terkenal dengan aroma rempah kuat dan sensasi pedas hangat ini menjadi pilihan banyak warga yang ingin mencari variasi makanan selain olahan ayam pada umumnya. Dari cita rasa yang meresap sampai tekstur daging yang lembut, hidangan ini selalu punya tempat tersendiri bagi pecinta kuliner.
Menariknya, sejumlah kedai di Malang mulai menghadirkan ayam betutu dengan karakter rasa yang otentik. Beberapa di antaranya bahkan menawarkan porsi lengkap dengan harga bersaing, membuatnya cocok untuk makan siang maupun makan malam. Berikut dua rekomendasi ayam betutu yang bisa kamu datangi di Malang.
Ayam Betutu Pak Nyo
Ayam Betutu Pak Nyo termasuk salah satu yang paling sering direkomendasikan warga Malang. Ciri khasnya ada pada bumbu yang cenderung pedas dan kaya rempah, namun tetap nyaman disantap. Porsinya cukup besar sehingga terasa pas untuk makan berat.
Menu ayam betutu di sini dibanderol mulai dari Rp 25 ribu. Selain ayam betutu, kedai ini juga menyediakan sate lilit sebagai pelengkap yang memperkuat citarasa khas Bali. Penyajiannya sederhana, tetapi rasanya membuat banyak pelanggan kembali lagi.
Alamat Ayam Betutu Pak Nyo berada di Jl. Simpang Jl. Titan VI No. L-24, Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Kedai ini buka setiap hari sekitar pukul 11.00 sampai 19.00 WIB.
Betutu Tepi Sawah
Kalau kamu ingin suasana makan yang lebih adem, Betutu Tepi Sawah Bu Kadek bisa jadi pilihan. Tempat ini terkenal dengan nuansa pedesaan yang menenangkan dan menu betutu yang aromanya kuat sejak pertama disajikan. Rempahnya terasa meresap hingga ke dalam daging.
Harga ayam betutu di sini berada di kisaran Rp 30 ribu an aja. Tekstur ayamnya lembut, tidak terlalu berminyak, dan cocok disantap dengan sambal matah buatan mereka. Banyak pengunjung datang pada akhir pekan karena suasananya yang nyaman.
Lokasinya berada di Jl. Raya Singosari No. 142, Pangetan, Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Jam operasionalnya biasanya berlangsung sepanjang hari dan cenderung ramai pada jam makan siang. (ly)
Editor : A. Nugroho