MEMBATIK dengan ditemani udara segar dan kicauan burung memberi pengalaman rileks yang membuat penat hilang sejenak. Tren kreatif seperti ini mulai menarik perhatian. Bukan sekadar duduk santai sambil menikmati makanan, beberapa event kini mengajak peserta belajar membatik di alam terbuka.
Salah satunya adalah Alas Picnic yang digelar 7 Desember lalu bekerja sama dengan LKP Soendari Batik. Dwi Lindawati adalah salah satu peserta yang penasaran mencoba pengalaman ini.
Menurutnya, membatik di luar ruangan terasa lebih santai dibandingkan belajar di galeri atau studio. Suasana teduh pepohonan, kicauan burung, dan udara segar membuat seluruh aktivitas terasa menenangkan. ”Belajar sambil piknik ternyata bikin tenang dan rileks,” ujarnya.
Sesi membatik sendiri berlangsung sekitar satu setengah jam. Peserta diajak berkreasi, menorehkan motif sesuai imajinasi masing-masing. Dwi memilih mengikuti pola batik yang sudah disediakan panitia dan membuat motif bunga teratai.
Bentuknya cantik dan sarat makna filosofis, sekaligus menuntut konsentrasi penuh. Aktivitas ini, menurut Dwi, sangat membantu melepas stres. Fokus pada motif, konsentrasi pada canting dan warna, membuat pikiran jadi lebih tenang.
Harga mengikuti sesi membatik cukup terjangkau, hanya Rp 95 ribu per peserta. Selain membatik, peserta bisa menikmati music session yang menambah suasana santai dan menyenangkan.
Dwi merasa pengalaman ini unik dan bermanfaat, sampai-sampai berencana ikut event serupa di lain waktu. Peserta tidak hanya belajar keterampilan baru, tetapi juga mendapatkan momen menenangkan yang berbeda dari sekadar piknik biasa.
Kegiatan ini membuktikan bahwa seni dan alam bisa berpadu, memberi hiburan sekaligus manfaat psikologis. Dari udara segar hingga konsentrasi saat menorehkan motif, pengalaman ini menjadikan piknik lebih bermakna dan menyenangkan. (zan/adn)
Editor : A. Nugroho