Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bidik Lima Juta Wisatawan Melancong di Kabupaten Malang

Aditya Novrian • Senin, 12 Januari 2026 | 11:09 WIB
PILIHAN AKHIR PEKAN: Kolam renang di Pemandian Kendedes, Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari dipadati pengunjung kemarin siang
PILIHAN AKHIR PEKAN: Kolam renang di Pemandian Kendedes, Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari dipadati pengunjung kemarin siang

KEPANJEN – Tren kunjungan wisata ke Kabupaten Malang terus menunjukkan grafik menanjak setelah pandemi Covid-19. Kondisi itu mendorong Pemkab Malang memasang target ambisius. Yakni mendatangkan 5 juta wisatawan pada tahun ini.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang menyampaikan, tren kunjungan wisatawan menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. Pada 2024, jumlah wisatawan tercatat mencapai sekitar 4,2 juta orang. Angka tersebut kembali meningkat pada 2025 menjadi 4,8 juta wisatawan.

”Data itu khusus wisatawan nusantara. Untuk wisatawan mancanegara, tahun lalu sekitar 50.073 orang,” ujar Firmando.

Pariwisata Kabupaten Malang Mulai Menggeliat
Pariwisata Kabupaten Malang Mulai Menggeliat

Ia menambahkan, angka tersebut masih berpotensi bertambah. Pasalnya, hingga kini masih ada sejumlah destinasi wisata yang belum menyampaikan laporan kunjungan secara lengkap. Dengan melihat tren tersebut, Disparbud optimistis target 5 juta wisatawan pada tahun ini bisa tercapai.

Firmando menjelaskan, jumlah kunjungan wisata sangat dipengaruhi kondisi ekonomi, baik nasional maupun global. Ketika perekonomian melemah, daya beli masyarakat ikut menurun sehingga minat berwisata cenderung turun. Sebaliknya, jika kondisi ekonomi stabil, mobilitas masyarakat meningkat dan kunjungan wisata pun ikut terdongkrak.

Meski demikian, Disparbud tidak hanya bergantung pada faktor eksternal. Berbagai upaya terus disiapkan untuk menarik wisatawan. Salah satunya dengan menyusun kalender event pariwisata yang akan dipublikasikan secara luas sebagai sarana promosi.

Kalender event tersebut diharapkan menjadi panduan bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, untuk menentukan waktu kunjungan. Dengan begitu, wisatawan dapat datang bertepatan dengan pelaksanaan event yang berlangsung di Kabupaten Malang.

”Bukan hanya event yang kami selenggarakan. Event dari stakeholder lain seperti perhotelan, komunitas seni, hingga pengelola destinasi wisata juga kami kumpulkan,” jelasnya.

Sejumlah event besar pun masuk dalam kalender tersebut. Salah satunya Singhasari Jayanti Festival 2025 yang digelar di kawasan Candi Singosari. Selain itu, momen peringatan hari besar nasional, seperti Hari Kesehatan Nasional, juga diharapkan diisi dengan kegiatan seni dan budaya yang mampu menarik kunjungan wisatawan.

Menurut Firmando, setiap event diharapkan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM lokal. Di tengah keterbatasan anggaran, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci pengembangan pariwisata Kabupaten Malang.

”Dengan kerja sama seluruh stakeholder, kami berharap pariwisata tetap tumbuh dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya. Saat ini, Kabupaten Malang memiliki sekitar 150 event tahunan. Mayoritas berupa tradisi bersih desa yang dikemas dengan karnaval, baik skala kecil maupun besar.

Baca Juga: Destinasi Wisata Kabupaten Malang Diminta Bersiap Sambut Nataru, Disparbud : Hotel Siapkan Event Akhir Tahun

Event skala kecil biasanya digelar pemerintah desa, sementara skala besar diselenggarakan tingkat kecamatan hingga kabupaten, seperti Pesona Gondanglegi. Tradisi pawai encek-encek hingga karnaval budaya menjadi daya tarik khas yang terus dijaga. (yun/adn)

Editor : Aditya Novrian
#Pemkab Malang #Wisata #disparbud #Kabupaten Malang