MALANG – Taman Rekreasi (TR) Sengkaling, Kabupaten Malang, terus menunjukkan komitmennya untuk bangkit dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan menggandeng para pelaku industri pariwisata se-Jawa Timur melalui program kemitraan.
Upaya tersebut diwujudkan lewat kegiatan Sosialisasi dan Kemitraan Program Edukasi Berbasis Wisata serta Pengenalan Katering di Sengkaling Kuliner, yang digelar pada Kamis (29/1). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus kolaborasi antara manajemen TR Sengkaling dengan para pelaku wisata.
General Manager Taman Rekreasi Sengkaling, Dr. Ach. Mohyi, MM, dalam sambutannya mengajak seluruh pelaku usaha pariwisata untuk bersinergi dalam menghidupkan industri pariwisata Jawa Timur, khususnya di Malang Raya.
Menurutnya, Jawa Timur memiliki potensi besar dengan 1.464 objek wisata yang tersebar di berbagai daerah. Namun, potensi tersebut dinilai belum tergarap secara maksimal.
“Jumlah objek wisata di Jawa Timur sangat banyak. Tapi kenapa Jawa Timur masih sering kalah dengan Jawa Barat? Ini menjadi pekerjaan rumah bersama, bukan hanya pemerintah, tapi juga seluruh pelaku industri pariwisata,” ujarnya.
Ia menegaskan, Taman Rekreasi Sengkaling membuka diri untuk bermitra dengan seluruh pelaku wisata, baik travel agent, sekolah, komunitas, hingga pelaku UMKM, guna menciptakan ekosistem pariwisata yang saling menguatkan.
Sementara itu, Manajer Marketing Taman Rekreasi Sengkaling, Yeni Dwi Kurniawati, menuturkan bahwa Sengkaling merupakan salah satu destinasi wisata legendaris di Malang yang telah berdiri sejak tahun 1950.
“Awalnya Sengkaling didirikan oleh seorang warga Belanda bernama Mr. Coolman sebagai tempat rekreasi keluarga. Pengelolaannya kemudian berpindah ke PT Taman Bentoel pada 1975, hingga akhirnya pada 2015 dikelola oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM),” jelasnya.
Di bawah pengelolaan UMM, Taman Rekreasi Sengkaling terus dikembangkan menjadi destinasi wisata modern tanpa meninggalkan nilai sejarahnya. Hal inilah yang membuat Sengkaling tetap eksis hingga kini.
Berbagai unit usaha dan wahana terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan, mulai dari hotel, pusat kuliner, area outbound yang luas, hingga outbound adiwiyata yang banyak diminati sekolah-sekolah dalam mendukung program Sekolah Adiwiyata.
Tak hanya itu, Sengkaling juga menghadirkan wahana kekinian seperti Zombieford, permainan modern yang kini digandrungi kalangan Gen Z, sebagai upaya menarik segmen wisatawan muda.
“Dengan inovasi dan kolaborasi, kami optimistis Taman Rekreasi Sengkaling bisa terus bangkit dan menjadi salah satu ikon wisata unggulan di Jawa Timur,” pungkas Yeni.(lid)
Editor : Kholid Amrullah