Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Menyingkap Isi Benteng Alam Terlarang di Pulau Sempu Malang sebagai Jantung Cagar Alam Sempu

Aditya Novrian • Kamis, 19 Februari 2026 | 16:30 WIB
Pulau Sempu Malang. (Tangkapan Layar Google Maps)
Pulau Sempu Malang. (Tangkapan Layar Google Maps)

MALANG RAYA - Dibalik permasalahan rendahnya pelelangan ikan di Pantai Sendang Biru, berdiri sebuah pulau sebagai benteng terakhir hutan tropis tempat tinggal para lutung jawa dan macan tutul di Malang Selatan. 

Pulau Sempu Malang menyimpan Segara Anakan, sebuah laguna raksasa yang airnya masuk melalui celah tebing karang langsung dari Samudra Hindia. Di dalam pulau ini terdapat ekosistem hutan mangrove, hutan pantai, dan hutan dataran rendah yang menjadi tempat tinggal para satwa langka. 

Karena statusnya sebagai Cagar Ala, kunjungan di pulau ini bukanlah untuk tujuan rekreasi. Melainkan terbatas untuk kegiatan penelitian dan konservasi saja. 

Namun, jika Anda memiliki izin resmi (SIMAKSI) untuk menginjakkan kaki di sana maka ada aturan tak tertulis yang bersifat absolut. 

Pertama saat sampai di lokasi Anda harus melapor ke pos penjagaan dan memastikan tidak ada satu pun barang plastik sekali pakai tertinggal. Di tanah ini Anda harus memegang prinsip "Jangan Mengambil Apapun Kecuali Foto".

Kedua, pengunjung wajib berjalan di jalur yang sudah ada atau tersedia agar tidak merusak semaian pohon muda atau mengganggu sarang hewan di sana. Suasana tenang yang ada di dalam hutan harus tetap dijaga, sehingga pengeras suara atau aktivitas yang menimbulkan kebisingan sangat dilarang di sini. 

Lalu terakhir jika kalian telah mencapai Segara Anakan, Anda dilarang menggunakan bahan kimian seperti sabun atau sampo. Karena air di Laguna tersebut merupakan sumber kehidupan bagi banyak makhluk sehingga kita sebagai pengunjung yang telah mengantongi izin harus menjaga kemurniannya. 

Mengakui status cagar alam berarti mengakui bahwa kita hanyalah tamu di rumah ribuan spesies yang tidak memiliki tempat lain untuk tinggal.

Saat kita berada di sana, kedisiplinan kita akan menentukan apakah keindahan Sempu akan tetap abadi atau hanya akan menjadi cerita untuk masa depan.

Penulis: Satya Eka Pangestu

Editor : Aditya Novrian
#Cagar Alam Pulau Sempu #Malang Raya #menyingkap #Pulau sempu malang