Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Geliat Pasar Takjil di Malang Raya Menyambut Bulan Ramadan: Curi Perhatian dengan Buka Lapak Bawa Land Rover

Aditya Novrian • Minggu, 1 Maret 2026 | 15:10 WIB

UNIK: Land Rover Pak Tjoeng Fresh terparkir di jalanan Cemorokandang. Di sana, pemilik menjual berbagai aneka takjil selama bulan Ramadan. (MUHAMMAD AFFAN FAUZAN/RADAR MALANG)
UNIK: Land Rover Pak Tjoeng Fresh terparkir di jalanan Cemorokandang. Di sana, pemilik menjual berbagai aneka takjil selama bulan Ramadan. (MUHAMMAD AFFAN FAUZAN/RADAR MALANG)

RADAR MALANG – Di tengah padatnya Pasar Takjil Cemorokandang, sebuah stan tampil berbeda dari deretan lapak lain. Peralatan outdoor tersusun rapi di bawah tenda, sementara satu unit Land Rover cokelat terparkir mencolok di bagian belakang. Konsep tak biasa itu membuat stan Pak Tjoeng Fresh kerap menyita perhatian pengunjung yang melintas.

Penjaga stan Pak Tjoeng Fresh, Hakam Ananta mengungkapkan, ide tersebut berangkat dari latar belakang dirinyabersama sang kakak yang bergerak di bidang event organizer outdoor. Keduanya memang sering membuka trip ke destinasi alam terbuka, termasuk kawasan Gunung Bromo.

Berangkat dari pengalaman itu, perlengkapan outdoor yang biasa dipakai kegiatan trip dimanfaatkan sebagai elemen visual untuk menarik pembeli takjil. Hasilnya cukup terasa.

”Selain banyak yang datang membeli takjil, ada juga yang berfoto dan menanyakan perawatan jip ini seperti apa,” ujar warga Cemorokandang tersebut.

Sebelum Ramadan, konsep serupa sebenarnya sudah pernah dicoba saat mereka berjualan kopi tubruk dan filter. Biasanya lapak dibuka pagi hingga menjelang siang. Namun memasuki bulan puasa, menu yang ditawarkan disesuaikan dengan kebutuhan berbuka.

Sejak pukul 15.00, mereka mulai menata dagangan. Beberapa menu andalan yang disiapkan antara lain dimsum, es lumut, dan es alpukat. Aktivitas penjualan berlangsung hingga sekitar pukul 18.00 atau menjelang azan magrib.

Dari sisi harga, Pak Tjoeng Fresh membidik segmen pembeli yang luas. Es lumut dijual mulai Rp 8 ribu, sedangkan es alpukat dibanderol Rp 10 ribu per gelas. Untuk dimsum, harga bervariasi mulai Rp 10 ribu untuk varian original isi empat hingga Rp 25 ribu untuk varian mentai isi enam.

Meski demikian, Hakam mengakui tingkat keramaian tidak selalu stabil setiap hari. Faktor cuaca, terutama hujan, cukup memengaruhi minat warga untuk berburu takjil di luar rumah. ”Alhamdulillah di sini tetap konsisten ada pelanggan, karena banyak yang tertarik dengan varian es,” tandasnya. (zan/adn)

Disunting kembali oleh: Xeon Rhao Loudra Widadi

Editor : Aditya Novrian
#land rover #Pasar Takjil #Takjil #cemorokandang #bulan Ramadan