RADAR MALANG - Keberadaan pasar takjil selama Ramadan selalu jadi primadona bagi masyarakat. Gorengan hingga minuman segar selalu diburu. Bahkan tak jarang pedagang menyuguhkan konsep unik saat berdatang agar masyarakat tak jenuh saat berburu hidangan untuk berbuka.
Keriuhan di halaman kantor KONI Kota Batu mulai terasa sejak pukul 15.00. Pasar Takjil Ramadan di kawasan jantung Kota Wisata Batu kembali menjadi magnet, tidak hanya bagi warga lokal, tetapi juga wisatawan yang menunggu waktu berbuka puasa.
Koordinator Paguyuban Pasar Takjil Kota Batu Rudi Syafi’i menjelaskan, mayoritas pedagang yang mengisi area tersebut berasal dari pelaku pedagang kaki lima (PKL) car free day (CFD). Namun, berbeda dengan pola sebelumnya, tahun ini penataan dibuat lebih tertib.
Jika pada momen CFD lapak pedagang kerap meluas hingga halaman Stadion Gelora Brantas, kali ini seluruh aktivitas dipusatkan di dalam area halaman KONI. Kebijakan itu diambil untuk menjaga kerapian sekaligus kenyamanan pengunjung.
”Kami siapkan 160 slot PKL. Mayoritas memang kuliner, ada juga sedikit pakaian,” ujarnya.
Pilihan menu yang ditawarkan pun didominasi hidangan berbuka puasa. Minuman segar seperti es buah, es campur, hingga aneka jus menjadi buruan utama pengunjung. Tak kalah diminati, deretan gorengan hangat juga laris diserbu pembeli menjelang azan magrib.
Pasar takjil ini juga memberi keuntungan bagi wisatawan yang menginap di hotel-hotel sekitar. Mereka tidak perlu mencari lokasi berburu menu berbuka terlalu jauh. Cukup berjalan kaki menuju halaman KONI, berbagai pilihan takjil sudah tersedia.
Secara jumlah, pedagang tahun ini memang lebih sedikit dibandingkan saat CFD yang bisa menampung hingga 222 lapak. ”Meski begitu, tingkat kunjungan masyarakat tetap tinggi, terutama pada akhir pekan,” jelas Rudi.
Pasar Takjil KONI beroperasi setiap sore hingga maksimal pukul 19.00. Berdasarkan evaluasi tahun- tahun sebelumnya, puncak keramaian biasanya terjadi menjelang berbuka puasa sekitar pukul 17.00.
Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, pengelola optimistis perputaran ekonomi di lokasi ini tetap menjanjikan. Rudi menyebut, mengacu pada data tahun lalu, rata-rata omzet tiap PKL bisa mencapai Rp 600 ribu hingga Rp 700 ribu per hari.
Dengan tren kunjungan yang stabil dan pilihan kuliner yang beragam, pasar takjil di halaman KONI diproyeksikan kembali menjadi salah satu penggerak ekonomi musiman sekaligus ruang favorit warga dan wisatawan selama Ramadan di Kota Batu. (ori/adn)
Disunting kembali oleh: Xeon Rhao Loudra Widadi
Editor : Aditya Novrian