PAKIS – Ramadan menjadi momentum bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan perekonomian. Salah satunya melalui penjualan takjil di Pasar Ramadan. Seperti yang dilakukan 50 pelaku UMKM yang berjualan di Pasar Ramadan, Wisata Wendit, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis.
Beragam makanan dan minuman dijajakan di pasar tersebut. Mulai dari makanan berat seperti nasi bakar, camilan seperti basreng, hingga kuliner khas Asia seperti takoyaki dan sushi.
Pasar Ramadan ini dibuka sejak 18 Februari hingga 15 Maret, setiap pukul 15.00–19.00. Keramaian biasanya memuncak sekitar pukul 17.30–18.00, menjelang waktu berbuka puasa.
”Setiap hari selalu ramai. Ada sekitar 500–1.000 orang yang datang per hari, tergantung akhir pekan atau hari kerja,” kata Marketing New Wisata Wendit, Avin, beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, kegiatan serupa juga digelar tahun lalu. Namun, pada tahun ini jumlah UMKM yang dapat bergabung dibatasi. Jika sebelumnya dibebaskan hingga mencapai sekitar 70–100 pelaku UMKM, kini hanya 50 UMKM yang diikutsertakan karena mempertimbangkan konsistensi peserta.
Dari total tersebut, hampir 90 persen merupakan warga Mangliawan. Para pelaku UMKM dikenakan biaya Rp25.000 per hari, sedangkan khusus warga Mangliawan hanya Rp15.000 per hari.
”Pembatasan ini agar pelaku UMKM yang ikut benar-benar konsisten berjualan,” imbuhnya.
Konsep penyelenggaraan Pasar Ramadan tahun ini juga berbeda. Pada 2025 lalu, acara dimeriahkan dengan hiburan dan lomba. Sementara tahun ini difokuskan hanya pada kegiatan pasar.
Harapannya, kegiatan menjadi lebih efektif dan masyarakat yang datang benar-benar berbelanja produk UMKM.
Sementara itu, Yuli Astutik, salah satu pengunjung, mengaku mengetahui informasi Pasar Ramadan dari rekannya. Sepulang kerja dari Kota Malang, ia menyempatkan mampir untuk membeli menu berbuka bagi keluarganya di Kecamatan Pakis.
Menurutnya, lokasi pasar yang strategis memudahkan pengunjung untuk datang. ”Kebetulan ada yang jual makanan berat juga, jadi saya tidak perlu repot memasak lagi,” pungkasnya. (yun/adn)
Disunting kembali oleh Afida Rahma Tsabita
Editor : Aditya Novrian