Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mengulik Tempat-Tempat Ngabuburit Favorit Warga di Malang Raya: Sawah Berubah Jadi Tempat Bermain Layangan

Aditya Novrian • Minggu, 8 Maret 2026 | 14:15 WIB

SEKADAR KILLING TIME: Salah satu warga Kecamatan Pakis ngabuburit dengan bermain layangan pada Jumat (6/3) lalu. (MA Fauzan/Radar Malang)
SEKADAR KILLING TIME: Salah satu warga Kecamatan Pakis ngabuburit dengan bermain layangan pada Jumat (6/3) lalu. (MA Fauzan/Radar Malang)

RADAR MALANG - Kegiatan mengisi waktu sebelum berbuka atau ngabuburit biasanya dilakukan di tempat umum. Seperti alun-alun, taman bermain sampai lapangan. Untuk aktivitas di tempat terakhir tersebut, akhir-akhir ini banyak didatangi penghobi layangan aduan.

Seperti yang terjadi di Sawah Kotak, Kecamatan Pakis Jumat sore (6/3). Puluhan warga dari berbagai usia datang untuk menerbangkan layang-layang. Mereka disana tidak hanya sekadar killing time menunggu waktu berbuka, namun juga menyalurkan hobi mereka.

”Setiap sore setelah kerja saya selalu datang kesini bermain layang-layang,” ungkap salah satu penikmat layangan aduan, Doni Setiawan. Tepat pukul tiga sore, dirinya langsung bergegas keluar dari kantor untuk datang ke Sawah Kotak. Dia sudah membawa tas besar berisikan alat-alat untuk bermain layangan.

Seperti benang, beberapa layangan, dan kursi lipat. Untuk benang yang digunakan berkisar 2000 yard atau hampir menyentuh angka dua kilometer. Karena sering dipakai, jenis yang dia beli saat itu berkualitas bagus, dengan harga sekitar Rp 100-300 ribu.

Sementara untuk layangan yang dibawa selalu lebih dari satu. Doni beralasan, setiap kali beradu dan bermanuver dengan pelayang lain tidak selalu menang. Layang yang putus tersebut tidak perlu dikejar sampai dapat. Karena banyak dari mereka yang terbang lebih tinggi atau menjadi rebutan anak anak sekitar.

Bagi Doni, kenikmatan ngabuburit sambil bermain layangan tidak hanya merasakan adrenalin berduel dengan pelayang lain. Namun juga bisa berjumpa dengan rekan yang memiliki hobi yang sama. ”Kami bisa saling sharing soal alat-alat yang dipakai atau saling memberi saran agar bisa menang dalam duel menghadapi lawan yang mahir,” tandasnya.

Kegiatan ngabuburit di Sawah Kotak mulai sepi pukul 17.30. Banyak dari pelayang yang memutuskan pulang untuk bersiap berbuka puasa, atau merasa sudah cukup untuk bermain. (zan/adn)

Disunting kembali oleh: Xeon Rhao Loudra Widadi

Editor : Aditya Novrian
#layangan #ngabuburit #bulan Ramadan