Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mengulik Tempat-Tempat Ngabuburit Favorit Warga di Malang Raya: Kajoetangan Selalu Ramai Jelang Waktu Berbuka

Aditya Novrian • Minggu, 8 Maret 2026 | 16:15 WIB

SELALU RAMAI: Pengunjung Kajoetangan Heritage menunggu waktu berbuka puasa dengan menyusuri jalur pedestrian kemarin sore. (Nahdiatul Affandiah/Radar Malang)
SELALU RAMAI: Pengunjung Kajoetangan Heritage menunggu waktu berbuka puasa dengan menyusuri jalur pedestrian kemarin sore. (Nahdiatul Affandiah/Radar Malang)

RADAR MALANG - Ngabuburit selalu jadi waktu yang ditunggu bagi sebagian warga jelang berbuka puasa. Tak hanya sekadar berburu takjil, mereka juga menikmati suasana tempat yang dikunjungi. Mulai dari Kajoetangan hingga lahan persawahan tak luput dari aktivitas ngabuburit warga.

Sore hari di kawasan Kajoetangan Heritage, Kota Malang, selalu menghadirkan suasana berbeda saat Ramadan. Selasar di kawasan wisata heritage yang berada di jantung kota itu berubah menjadi titik temu warga untuk menunggu waktu berbuka puasa. Pengunjung datang silih berganti sejak sore, menikmati suasana sambil berburu aneka takjil dan kuliner yang berjejer di sepanjang kawasan.

Keramaian mulai terasa sejak pukul 16.00. Namun, menjelang pukul 17.00 suasana kian padat. Bangku-bangku di pinggir jalan hampir seluruhnya terisi. Anak muda, keluarga, hingga wisatawan dari luar kota tampak bersantai sambil menikmati semilir angin sore khas pusat kota. Tak sedikit pula yang memanfaatkan waktu untuk berfoto di beberapa spot yang tersedia.

Kajoetangan Heritage memang menjadi salah satu lokasi favorit anak muda untuk ngabuburit. Selain suasananya yang santai, kawasan ini juga menawarkan banyak pilihan kuliner. Para pengunjung bisa berjalan menyusuri selasar sambil memilih jajanan atau sekadar menikmati suasana tempo dulu yang masih terasa kental di kawasan tersebut.

Salah satu pengunjung, Meisca Putri Maharani, mengaku baru pertama kali menghabiskan waktu ngabuburit di kawasan tersebut. Mahasiswi asal Jakarta itu datang bersama tiga temannya untuk merasakan langsung suasana sore di Kajoetangan Heritage.

Menurut dia, kawasan tersebut menawarkan pengalaman ngabuburit yang lengkap. Selain tempatnya nyaman untuk bersantai, pilihan makanan yang tersedia juga sangat beragam.

”Kalau ngabuburit di sini rasanya paket lengkap. Sekali berhenti langsung bisa pilih mau buka dengan makanan apa saja, bentuknya macam-macam,” ujarnya.

Sambil menunggu waktu berbuka, Meisca dan teman-temannya menyempatkan diri mengantre di salah satu photobooth, Instameru. Mereka ingin mengabadikan momen sebelum berkeliling lebih jauh menyusuri kawasan tersebut.

Setelah berfoto, mereka melanjutkan berjalan santai sambil melihat-lihat pilihan makanan. Di tengah perjalanan, mereka sempat membeli mochi dan cookies untuk camilan sambil menunggu waktu berbuka.

”Tadi sekalian beli mochi dan cookies buat nunggu pesanan di restoran. Kalau reservasi kan biasanya tetap harus menunggu,” kata Meisca.

Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kajoetangan Heritage Mila Kurniawati mengatakan bahwa selama Ramadan aktivitas pengunjung lebih banyak terkonsentrasi di area selasar. Hal tersebut membuat kawasan bagian dalam relatif lebih sepi dibanding biasanya.

Meski demikian, jumlah pengunjung secara keseluruhan tetap ramai, terutama menjelang waktu berbuka puasa.

”Biasanya mulai pukul 16.00 sudah banyak yang datang. Tapi puncaknya memang menjelang Maghrib,” ujarnya. (aff/adn)

Disunting kembali oleh: Xeon Rhao Loudra Widadi

Editor : Aditya Novrian
#kayutangan #ngabuburit #Kota Malang #Kayutangan Heritage #bulan Ramadan