BATU, RADAR MALANG – Libur panjang Idul Fitri memang sudah berakhir sejak Rabu (25/3). Namun, arus lalu lintas di Kota Batu belum juga normal. Hingga Kamis siang (26/3), sejumlah ruas jalan utama masih padat merayap akibat lonjakan wisatawan yang memperpanjang masa liburan.
Kepadatan terpantau di ruas Jalan Brantas mengarah ke Jalan Bukit Berbunga. Arus kendaraan di jalur ini tersendat, terutama saat memasuki titik-titik penyempitan. Sementara itu, dari arah Karangploso, kendaraan yang melintas di Jalan Raya Pandanrejo menuju Kecamatan Bumiaji juga bergerak lambat.
Mayoritas kendaraan yang melintas didominasi roda empat dengan pelat luar kota, seperti Surabaya, Kediri, Blitar, hingga Tulungagung. Hal ini mengindikasikan masih tingginya mobilitas wisatawan dari berbagai daerah menuju Kota Batu.
Salah satu pemicu utama kepadatan diduga berasal dari meningkatnya kunjungan ke destinasi wisata baru, Mikutopia, yang berada di kawasan Bumiaji. Tempat wisata ini tengah naik daun dan menjadi magnet baru bagi pelancong yang penasaran dengan daya tariknya.
Lonjakan kendaraan menuju kawasan tersebut membuat sejumlah simpul jalan mengalami peningkatan volume lalu lintas secara signifikan. Dampaknya, antrean kendaraan tak terhindarkan, terutama pada jam-jam siang hingga sore hari.
Baca Juga: Update Wisata Baru di Kota Batu: 25 Wahana Mikutopia Sudah Dibuka, Sisanya Segera Menyusul
Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu Susetya Herawan menyebut kondisi ini berkaitan dengan kebijakan kerja fleksibel yang masih dimanfaatkan sebagian wisatawan.
“Banyak warga luar kota yang tampaknya masih memanfaatkan skema Work From Anywhere (WFA) hingga 28 Maret,” ujarnya.
Dengan adanya pola kerja jarak jauh tersebut, arus balik Lebaran tahun ini diperkirakan tidak terjadi secara serentak. Sebaliknya, pergerakan kendaraan diprediksi berlangsung bertahap dalam beberapa hari ke depan.
Dishub mengimbau pengguna jalan untuk mengatur waktu perjalanan dan menghindari jam-jam rawan kepadatan, terutama di jalur menuju kawasan wisata populer seperti Bumiaji dan sekitarnya.
Editor : Aditya Novrian