KOTA MALANG, RADAR MALANG – Jika mendengar kata dessert, yang terlintas biasanya adalah kue modern, seperti sponge cake, cheesecake, hingga mille crepes. Padahal, sebelum itu terdapat banyak jajanan jadul yang tak kalah lezat dan justru menyimpan rasa nostalgia yang khas.
Mulai dari yang gurih, manis, hingga legit menggoda, dessert tradisional ini tetap eksis di tengah gempuran kuliner kekinian. Berikut 3 rekomendasi dessert jadul di Malang yang wajib dicoba.
Baca Juga: Cuma Segini Harganya! Balanai, Sarapan Khas Banjar yang Bikin Kenyang Tanpa Bikin Kantong Kering
- Srabi Ny. Handayani
Srabi Ny. Handayani berlokasi di Jalan Terusan Kawi No. 8B, Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 19.00 WIB.
Tempat ini dikenal dengan srabi klasiknya yang dimasak menggunakan wajan kecil, menghasilkan tekstur lembut di bagian tengah dan sedikit renyah di pinggir. Tersedia 2 varian, yaitu original dan cokelat dengan harga mulai dari Rp4.5000.
2. Kleponku
Berlokasi di dalam Pasar Oro-oro Dowo Jalan Guntur No. 20, Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Kleponku menjadi salah satu favorit pencinta jajanan tradisional.
Tak hanya menghadirkan klepon dengan isian gula jawa, tempat ini juga menawarkan varian kekinian, seperti isi cokelat. Dibanderol mulai Rp13.000, klepon di sini punya kulit yang tipis dan lembut. Saat digigit, gula aren di dalamnya langsung lumer dengan rasa yang pas. Perpaduan tekstur kenyal, manis legit, serta taburan kelapa parut gurih menciptakan sensasi yang seimbang di setiap gigitan.
Baca Juga: Hangatkan Malam, Angsley Asli Malang Jadi Spot Baru Pecinta Angsle dan Ronde Kering
3. Lumpur Kentang 27 Wolak Walik
Sudah eksis sejak 2012, Lumpur Kentang 27 Wolak Walik dikenal dengan kue lumpurnya yang lembut dan legit. Kini, mereka telah memiliki 5 cabang di Malang dan Batu, di antaranya berada di Pasar Oro-oro Dowo dan Pasar Sawojajar.
Kue lumpur di sini memiliki tekstur padat tapi lembut dengan aroma santan dan kentang yang khas. Rasa manisnya pun terasa pas, membuat banyak pelanggan rela mengantre panjang demi mendapatkannya.
Dessert jadul yang tetap eksis hingga kini ini menunjukkan bahwa kuliner tradisional tetap diminati di tengah tren makanan modern. Selain terjangkau, cita rasanya yang khas juga menjadi daya tarik tersendiri sehingga kuliner ini tak tergantikan.
Editor : Aditya Novrian