MALANG, RADAR MALANG - Jamu di Malang kini tidak lagi identik dengan rasa pahit dan kemasan botol lama, tapi hadir dalam bentuk “kopi jamu” di Ramu Space, jamu nongkrong di D’Rimpang, serta minuman rempah berkhasiat di Puskesmas Ngempon dan Malang Rempah.
Keempat lokasi ini menjadi pionir dalam mengubah persepsi jamu yang pahit menjadi minuman gaya hidup yang diminati berbagai generasi, terutama mahasiswa dan wisatawan.
Ramu Space berada di Jalan Mundu, Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Malang, dengan fokus pada “spice‑based beverages” seperti Spice Latte dan Choco Spice yang dijual sekitar Rp20.000–Rp23.000 per gelas.
D’rimpang menawarkan olahan rimpang murni dengan teknik ekstraksi dingin yang menjaga nutrisi tetap utuh, Basrkara yaitu perpaduan jahe, susu dan bunga telang menjadi rekomendasi yang dibanderol dengan harga Rp 18.000
Data menunjukkan minat masyarakat terhadap minuman herbal meningkat 35% karena kehadiran kafe tematik seperti Malang Rempah yang menyajikan atmosfer interior industrial-tradisional.
Baca Juga: Gak Perlu ke India! Ini Dia Menu Indian Favorit di Resto 52 yang Autentik dan Bikin Nagih
Malang Rempah mempertahankan metode tradisional dengan perebusan rempah dalam waktu lama untuk memperkuat ekstraksi rasa dan aroma mulai dari Rp12.000 hingga Rp18.000 menu ini mencakup varian seperti Wedang Uwuh, Beras Kencur, dan Kunyit Asam.
Puskesmas Ngempon justru menarik perhatian lewat konsep unik menyerupai klinik kesehatan dengan sajian jamu yang dikemas kreatif dan interaktif berkisar antara Rp12.000 hingga Rp15.000 biasanya berupa ramuan peningkat imunitas atau pereda kelelahan dengan campuran rempah yang lebih kompleks.
Di tengah maraknya minuman kekinian berbasis kopi dan gula tinggi, kehadiran kedai jamu modern menjadi alternatif menarik yang tidak hanya menjual rasa, tetapi juga pengalaman budaya dan edukasi rempah lokal Indonesia.
Baca Juga: Dari Camping sampai Cottage! Pantai Wedi Awu Tawarkan Fasilitas Lengkap Buat Liburan Anti Ribet
Editor : Aditya Novrian