MALANG, RADAR MALANG - Pasar Besar Malang menawarkan ragam kuliner legendaris seperti Rawon Nguling dan Es Dawet Telasih dengan harga mulai Rp5.000 hingga Rp40.000 per porsi.
Pasar Besar Malang tetap menjadi pusat wisata kuliner tradisional favorit karena menghadirkan makanan legendaris dengan harga murah dan cita rasa autentik yang masih dipertahankan pedagang lama seperti Warung Lama H. Ridwan, Nasi Bhuk Hj. Tuni, Bubur Sumsum Pasar Besar dan Bakso Djenggot Cak Malik.
Baca Juga: Dimsum Mania Merapat! Ini 3 Rekomendasi Dimsum di Malang yang Cocok Buat Kulineran Bareng Teman
Rawon Nguling menjadi magnet utama dengan teknik pengolahan daging yang empuk serta kuah hitam pekat hasil fermentasi kluwek pilihan yang tidak meninggalkan rasa getir.
Es dawet telasih di sini menggunakan santan segar dan gula jawa cair asli tanpa pengawet, memberikan sensasi dingin dan gurih yang seimbang.
Berdasarkan pantauan tren 2026, sekitar 65% wisatawan domestik menjadikan pasar ini sebagai titik singgah wajib saat mengunjungi "Kota Bunga"
Warung Lama H. Ridwan menyajikan nasi rawon daging sapi, nasi gule, dan nasi campur dengan kuah hitam rawon yang pekat, aroma rempah kuat, dan tekstur daging empuk; nasi gule terasa gurih dengan kuah kental santan dan rempah.
Nasi Bhuk Hj. Tuni nasi campur khas Madura dengan berbagai lauk, antara lain empal, ayam, daging sapi, dan sambal, harga sekitar Rp30.000 per porsi dengan rasa gurih, agak manis, dan pedas lembut sangat cocok untuk makan siang.
Bubur Sumsum Pasar Besar Malang bubur lembut dengan tekstur licin, disajikan panas dengan kuah santan kental manis‑gurih, sering ditambah biji salak dan ketan hitam, satu porsi sekitar Rp5.000–7.000.
Bakso Djenggot Cak Malik bakso dengan tekstur kenyal, kuah gurih, dan topping seperti mi kuning, bakso goreng, dan sambal beberapa varian bakso dijual dengan harga Rp12.000–20.000 per porsi.
Dengan konsistensi rasa dan harga terjangkau, kuliner Pasar Besar Malang tetap menjadi gerbang utama untuk merasakan citarasa klasik Jawa Timur yang masih hidup di hati pasar kota.
Editor : Aditya Novrian