MALANG, RADAR MALANG - Sepuluh gerai ramah keluarga meliputi Ayam Bakar Pak D, Potre Koneng, Lataran Sendayu, Waroeng Tani, Pawon Yang Kung, Ayam Goreng Balaikota, Ramlah Ayam Tangkap, Latar Bokor, Waroeng Pring Pethak, hingga Warung Lesehan Yogyakarta.
Sepuluh destinasi kuliner ini mencatatkan peningkatan volume kunjungan rombongan keluarga hingga sebesar 35% sepanjang periode liburan semester 2026.
Baca Juga: 5 Jajanan Jadul Malang Ini Masih Laris Diburu Pembeli!
Mayoritas restoran tersebut mengandalkan konsep ruang terbuka, area lesehan, serta menu tradisional dengan porsi besar. Waroeng Tani dan Waroeng Pring Pethak misalnya, menghadirkan nuansa pedesaan dengan dominasi kayu dan tanaman hijau yang membuat suasana makan terasa adem.
Sementara Pawon Yang Kung dan Ayam Goreng Balaikota mempertahankan teknik memasak tradisional menggunakan bumbu rempah pekat yang meresap hingga ke dalam daging.
Nama lain seperti Ramlah Ayam Tangkap, Latar Bokor, dan Warung Lesehan Yogyakarta juga menawarkan pengalaman makan berbeda lewat konsep tradisional dan menu khas daerah.
Pihak pengelola menetapkan kisaran harga paket makan bersama yang sangat kompetitif, yakni mulai dari Rp35.000 hingga Rp75.000 per kepala.
Transformasi konsep rumah makan lesehan ini kian memperkaya variasi tempat bersosialisasi yang aman.
Namun, sebagai kritik membangun, minimnya sirkulasi udara di area parkir semi-tertutup serta keterbatasan jumlah pelayan saat jam sibuk siang hari memerlukan perbaikan manajemen operasional berkala.
Tren restoran keluarga di Malang pada 2026 menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya mencari makanan enak, tetapi juga suasana hangat yang mendukung interaksi dan quality time bersama keluarga maupun teman.
Baca Juga: Rekomendasi 4 Katering di Malang: Harga Affordable, Porsi Mengenyangkan, dan Cocok Buat Mahasiswa
Editor : Aditya Novrian