PONCOKUSUMO, RADAR MALANG – Wisata Gunung Bromo ditutup sementara mulai 30 Mei hingga 2 Juni 2026. Penutupan dilakukan untuk mendukung pelaksanaan ritual adat Yadnya Kasada serta kegiatan pembersihan kawasan di wilayah Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Karena itu, wisatawan yang berencana berkunjung ke Bromo pada akhir pekan ini diminta menjadwalkan ulang perjalanan. Selama masa penutupan, kawasan Bromo hanya diperbolehkan untuk masyarakat yang mengikuti rangkaian upacara adat Tengger.
Penutupan Bromo Berlaku hingga 2 Juni 2026
Staf Pranata Humas Balai Besar TNBTS Endrip Wahyutama menjelaskan, penutupan dimulai sejak 30 Mei 2026 pukul 00.00 hingga 2 Juni 2026 pukul 23.59.
Baca Juga: Jangan Langsung Berangkat! Simak Hal Penting Ini Sebelum Mendaki Gunung Bromo
Selama periode tersebut, seluruh aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo dihentikan sementara demi menghormati jalannya ritual adat Yadnya Kasada.
“Hanya boleh dimasuki oleh orang yang berupacara,” kata Endrip.
Menurutnya, penutupan dilakukan agar prosesi adat masyarakat Tengger dapat berlangsung dengan khidmat tanpa gangguan aktivitas wisatawan.
Sound System dan Petasan Dilarang Masuk Kawasan Bromo
Selain menutup aktivitas wisata, Balai Besar TNBTS juga melarang sejumlah aktivitas yang dinilai mengganggu jalannya upacara adat.
Baca Juga: Lima Hari, 5.791 Wisatawan Masuk Bromo lewat Ngadas Kabupaten Malang
Pengunjung maupun masyarakat dilarang membawa sound system, petasan, dan berbagai bunyi-bunyian lainnya ke kawasan Bromo selama ritual berlangsung.
Petugas juga mengingatkan agar tidak membuang sampah sembarangan di area taman nasional.
“Intinya untuk menghormati jalannya upacara adat Tengger,” ucap Endrip.
Rangkaian ritual Yadnya Kasada sendiri berlangsung mulai 30 Mei hingga 1 Juni 2026.
Wisata Bromo Dibuka Lagi pada 3 Juni
Setelah prosesi adat selesai, Balai Besar TNBTS akan melakukan pembersihan kawasan pada 2 Juni 2026.
Baca Juga: Menjelajahi Bromo: 4 Spot Ikonik yang Wajib Kamu Kunjungi Saat Liburan ke Gunung
Karena itu, aktivitas wisata tetap belum diperbolehkan selama proses pembersihan berlangsung.
“Wisata baru dibuka lagi tanggal 3 Juni pukul 01.00,” ujar Endrip.
Penutupan sementara kawasan Bromo saat Yadnya Kasada menjadi agenda rutin tahunan untuk menjaga kelancaran ritual adat masyarakat Tengger sekaligus menjaga kebersihan kawasan wisata alam tersebut.
Editor : Aditya Novrian