Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tahukah Anda? Relief Garuda Menggigit Naga di Candi Kidal Tumpang Malang Jadi Sorotan Pengunjung

Indah Mei Yunita • Selasa, 2 Juni 2026 | 17:56 WIB
Wisatawan melihat relief garuda di Candi Kidal Tumpang Malang, Selasa (2/6). (Indah Mei Yunita/Radar Malang)
Wisatawan melihat relief garuda di Candi Kidal Tumpang Malang, Selasa (2/6). (Indah Mei Yunita/Radar Malang)

TUMPANG, RADAR MALANG – Candi Kidal di Kecamatan Tumpang tidak hanya dikenal sebagai peninggalan Kerajaan Singosari. Situs bersejarah yang berdiri sejak abad ke-13 itu juga menyimpan relief burung garuda yang disebut memiliki keterkaitan dengan simbol kenegaraan Indonesia saat ini.

Relief tersebut menjadi salah satu daya tarik utama Candi Kidal. Bahkan, motif Garudeya yang terpahat di dinding candi turut diadopsi sebagai motif batik khas Kabupaten Malang.

Relief Garuda Jadi Ikon Candi Kidal

Juru Pelihara Candi Kidal Imam Pinarko menjelaskan, terdapat sejumlah relief penting yang menghiasi bangunan candi. Salah satunya adalah relief Garudeya yang cukup dikenal dalam khazanah sejarah dan budaya Jawa Timur.

Baca Juga: Sebulan, Pengunjung Candi Kidal Tak Sampai 100 Orang

Selain itu, terdapat pula relief burung garuda yang digambarkan sedang menggigit naga.

"Ada juga relief burung garuda menggigit naga yang menjadi lambang Indonesia saat ini," ujarnya.

Menurut Imam, keberadaan relief tersebut menjadi bukti bahwa simbol garuda telah dikenal masyarakat Nusantara sejak ratusan tahun lalu.

Tempat Pendharmaan Raja Anusapati

Berdasarkan data Informasi Cagar Budaya Provinsi Jawa Timur (INCAR), Candi Kidal memiliki bentuk bujur sangkar dengan ukuran sisi sekitar 8,36 meter.

Baca Juga: Dari Candi Kidal hingga Candi Jago, Tiga Candi Bersejarah Malang yang Wajib Dikunjungi

Bangunan utama terbuat dari batu andesit, sementara bagian fondasi, batur, dan kaki candi menggunakan material bata. Pada setiap sudut kaki candi terdapat hiasan arca singa atau singamurti yang masih dapat dijumpai hingga kini.

Juru Pelihara Candi Kidal Mulyanto menjelaskan, candi tersebut merupakan peninggalan Kerajaan Tumapel atau Singosari.

"Candi ini digunakan sebagai tempat pendharmaan atau tempat penyimpanan abu jenazah Raja Singosari kedua, Anusapati," katanya.

Simbolisme Garuda, Naga, dan Kala

Bangunan Candi Kidal menghadap ke arah barat, mengikuti arah matahari terbenam yang dalam tradisi Hindu memiliki makna filosofis tersendiri.

Selain relief garuda, terdapat pula relief makara dan makari yang digambarkan sebagai kepala naga jantan dan betina. Ornamen tersebut menjadi bagian penting dari simbolisme yang melekat pada bangunan candi.

Baca Juga: Menguak Keindahan dan Sejarah Candi Kidal, Warisan Kerajaan Singasari di Malang

Di bagian pintu masuk juga terdapat relief kepala kala yang dipercaya sebagai simbol penolak bala atau penjaga bangunan suci dari gangguan roh jahat.

Menurut para juru pelihara, kombinasi relief garuda, naga, dan kala menjadikan Candi Kidal sebagai salah satu peninggalan bersejarah yang kaya akan nilai simbolik sekaligus memperlihatkan perkembangan seni pahat pada masa Kerajaan Singosari.

Hingga kini, Candi Kidal masih menjadi salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di Kabupaten Malang yang kerap dikunjungi pelajar, peneliti, maupun wisatawan yang ingin menelusuri jejak kejayaan Singosari. 

Editor : Aditya Novrian
#relief garuda #Candi Kidal Tumpang #Wisata Sejarah Malang #kerajaan singosari #candi kidal