MALANG, RADAR MALANG - Empat tempat yang ramai dibahas di media sosial ialah Apsara Bromo, Cafe Omah Kayu, Warung Mei Bromo, dan Bawangan Bromo.
Tren wisata kuliner ini muncul karena banyak wisatawan mencari tempat singgah setelah berburu sunrise Bromo.
Baca Juga: Battle Butter Tteok Malang Viral, Luke Artisan Bakery VS Nerra Bakehouse!
Penjelajahan rasa dimulai dari Apsara Bromo yang mengusung konsep kemewahan open air layout di pelataran hijau. Aroma kopi yang pekat dipadukan udara dingin khas pegunungan menjadi daya tarik utama.
Sementara Cafe Omah Kayu menghadirkan bangunan dominan kayu dengan area duduk menghadap lanskap hijau lereng gunung. Tempat ini ramai dikunjungi pada sore hingga malam hari karena suasananya tenang dan nyaman untuk keluarga maupun anak muda.
Warung Mei Bromo dikenal lewat menu rumahan hangat seperti mie kuah dan nasi goreng dengan rasa gurih yang kuat. Teknik memasak sederhana menggunakan api besar membuat aroma smokey lebih terasa.
Bawangan Bromo yang terkenal dengan kapasitas 200 kursi bertingkat menghadap langsung ke lembah. Namun, beberapa pengunjung menilai area parkir di jam ramai masih kurang luas sehingga perlu pengaturan lebih baik.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Cafe Interaktif Malang Terbaik yang Menyediakan Fasilitas Bermain!
Secara keseluruhan, keempat destinasi ini berhasil menetapkan standar baru bagi ekosistem pariwisata Jawa Timur melalui variasi harga kompetitif mulai dari Rp25.000 hingga Rp150.000 per porsi.
Popularitas kuliner dekat Bromo diperkirakan terus meningkat seiring tren wisata alam dan konten media sosial yang mendorong wisatawan mencari pengalaman makan dengan suasana berbeda.
Baca Juga: 5 Leker Murah di Malang dengan Inovasi Isian Modern yang Menjadi Magnet Pemburu Camilan Manis!
Editor : Aditya Novrian