Mulai dari bangunan bergaya kolonial, depot legendaris dengan minuman jadul, hingga warung sate yang telah berdiri lebih dari satu abad, tempat-tempat ini seolah mengajak pengunjung kembali menikmati Malang tempo dulu.
Baca Juga: Pola Makan Sehat yang Mudah Diterapkan Setiap Hari
Toko Oen Malang
Bagi yang ingin merasakan suasana Malang pada masa lampau, Toko Oen menjadi salah satu destinasi kuliner yang layak disinggahi. Restoran yang berdiri sejak 1930 ini masih mempertahankan nuansa klasik bergaya kolonial yang menjadi daya tarik utamanya.
Selain dikenal sebagai salah satu toko es krim tertua di Kota Malang, Toko Oen juga menawarkan berbagai menu makanan yang dapat dinikmati bersama keluarga. Mulai dari steak, nasi goreng, lumpia, gado-gado, hingga sop buntut tersedia untuk melengkapi pengalaman bersantap. Perpaduan suasana lawas dan cita rasa yang tetap bertahan membuat tempat ini masih menjadi tujuan wisata kuliner lintas generasi.
Toko Oen berlokasi di Jalan Jenderal Basuki Rahmat No. 5, Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Tempat ini buka setiap hari pukul 08.00-21.00 WIB.
Depot Hok Lay
Tak jauh dari Toko Oen, terdapat Depot Hok Lay yang juga menjadi salah satu ikon kuliner lawas di Kota Malang. Tempat makan ini telah lama menjadi favorit warga lokal maupun wisatawan yang ingin menikmati sajian khas yang sulit ditemukan di tempat lain.
Menu andalannya meliputi cwie mie, lomie, lunpia, dan bakso dengan cita rasa yang telah dikenal selama bertahun-tahun. Namun, yang paling sering menarik perhatian pengunjung adalah Es Fosco yang disajikan menggunakan botol kaca bergaya Coca-Cola jadul. Selain itu, tersedia pula Limun Linggardjati dengan berbagai pilihan rasa yang semakin menambah kesan nostalgia saat berkunjung.
Depot Hok Lay berada di Jalan KH Ahmad Dahlan No. 10, Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Tempat ini buka setiap Rabu hingga Senin pukul 09.00-13.30 WIB dan 17.00-19.30 WIB.
Warung Sate Gebug
Jika berbicara tentang kuliner bersejarah di Malang, Warung Sate Gebug menjadi salah satu nama yang sulit dilewatkan. Tempat makan ini telah berdiri sejak 1920 dan masih bertahan hingga sekarang, menjadikannya salah satu kuliner tertua di Kota Malang.
Warung Sate Gebug dikenal dengan sate sapi berukuran besar yang memiliki tekstur empuk. Potongan dagingnya lebih tebal dibanding sate pada umumnya dan dapat dipilih dengan tambahan lemak maupun tanpa lemak sesuai selera. Selain sate, pengunjung juga dapat menikmati menu lain seperti rawon, soto, sop, dan tempe. Resep yang tetap dipertahankan selama puluhan tahun menjadi salah satu alasan tempat ini terus ramai didatangi pelanggan.
Warung Sate Gebug berlokasi di Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Tempat makan ini buka setiap Sabtu hingga Kamis pukul 08.00-16.30 WIB.
Baca Juga: Waspada! Daftar Makanan Favorit yang Diam-Diam Berisiko Picu Kanker
Ketiga tempat makan tersebut membuktikan bahwa kuliner tidak hanya soal rasa, tetapi juga tentang cerita dan kenangan yang menyertainya. Di tengah perkembangan Kota Malang yang terus berubah, Toko Oen, Depot Hok Lay, dan Warung Sate Gebug tetap menjadi ruang bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana Malang tempo dulu.
Editor : Aditya Novrian