MALANG, RADAR MALANG - Mendol Malang menawarkan lima manfaat medis potensial, termasuk sumber protein nabati dan dukungan pencernaan berkat probiotik, yang membuatnya layak diperhitungkan sebagai tambahan pola makan sehat.
Makanan tradisional berbahan dasar tempe ini bukan sekadar lauk pauk biasa, melainkan superfood lokal yang kaya akan kandungan protein nabati tinggi guna mendukung regenerasi otot tubuh manusia.
Namun, manfaat tersebut akan lebih optimal jika mendol diolah dengan teknik memasak yang tepat dan dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Baca Juga: Mendol Tempe Khas Malang: Superfood Lokal yang Kaya Probiotik, Bagus untuk Pencernaan
Mengapa makanan ini begitu sehat?
Berdasarkan karakter bahan penyusunnya, terdapat lima manfaat utama yang dapat diperoleh.
Pertama, protein nabati tempe membantu pembentukan otot sekaligus mendukung sistem imun.
Kedua, proses fermentasi menghasilkan mikroorganisme bermanfaat yang berkontribusi terhadap kesehatan saluran pencernaan.
Ketiga, sebagai pangan nabati, tempe secara alami tidak mengandung kolesterol sehingga baik untuk menjaga kesehatan jantung ketika tidak disertai konsumsi lemak berlebih.
Keempat, kencur dan daun jeruk mengandung senyawa bioaktif yang dikenal memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.
Kelima, tempe mengandung zat besi, kalsium, dan fosfor yang berperan dalam membantu mencegah anemia sekaligus menjaga kepadatan tulang.
Cara Mengolah Mendol agar Manfaatnya Tetap Optimal
Meski demikian, manfaat medis mendol tidak boleh dipahami sebagai efek pengobatan langsung.
Menggoreng mendol dengan minyak berulang (deep frying) justru merusak asam lemak baik dan membunuh bakteri probiotik sensitif panas di dalamnya.
Guna mempertahankan otoritasnya sebagai makanan sehat, teknik memasak harus diubah menggunakan metode air-frying atau pemanggangan suhu rendah agar manfaat proteksi jantungnya tetap terjaga 100%.
Editor : Aditya Novrian