Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

3 Ciri Mendol Malang yang Higienis dan Aman Dikonsumsi

Devina Agustini • Sabtu, 11 Juli 2026 | 00:00 WIB
Kandungan hasil fermentasi tempe menjadikan mendol bernilai gizi tinggi. (Segari / Google)
Kandungan hasil fermentasi tempe menjadikan mendol bernilai gizi tinggi. (Segari / Google)

MALANG, RADAR MALANG - Mendol Malang yang higienis memiliki tekstur kenyal, tekstur padat namun tidak keras, serta memiliki tekstur padat saat digoreng. 

Ketiga indikator tersebut membantu konsumen memilih makanan tradisional yang lebih aman sekaligus tetap mempertahankan cita rasa khasnya.

Mendol Malang adalah jajanan tradisional populer di Jawa Timur popularitasnya menuntut standar higienis seiring meningkatnya permintaan pasar modern.

Baca Juga: 5 Manfaat Medis Konsumsi Mendol Malang yang Jarang Diketahui Publik!

Bedah Teknik Fermentasi Tempe Tradisional yang Standar Higiene

Secara tradisional, kuliner khas Malang ini memanfaatkan tempe yang sengaja disimpan lama.

Proses pencampuran bumbu harus dilakukan dengan sarung tangan standar pangan (food grade) untuk mencegah kuman.

Melalui pemilihan ciri mendol segar yang tepat, masyarakat dapat menikmati kelezatan jajanan tradisional Malang ini tanpa perlu khawatir akan risiko gangguan pencernaan.

Kenali Tanda Mendol Berkualitas Sebelum Membeli

Mendol berkualitas menghadirkan aroma rempah yang berpadu dengan wangi tempe fermentasi alami.

Permukaan luarnya terlihat kering, tidak lengket, dan tidak mengeluarkan minyak berlebihan.

Teknik penggorengan menggunakan suhu yang tepat turut menjaga tekstur sekaligus mengurangi penyerapan minyak.

Baca Juga: 10 Kreasi Unik Nikmati Mendol Malang yang Sehat dan Bergizi!

"Mendol berkualitas tidak boleh berbau busuk menyengat; aromanya harus perpaduan daun jeruk, kencur, dan ketumbar," ujar Dr. Budi Santoso, ahli teknologi pangan.

Tekstur luar mendol harus kering renyah dengan bagian dalam yang tetap lembut namun tidak basah ataupun hancur ketika melewati proses penggorengan dalam minyak bersuhu 170°C.

Kritik yang membangun bagi penjual adalah meningkatkan standar higiene dan transparansi proses produksi sehingga kuliner khas Malang semakin dipercaya wisatawan maupun masyarakat lokal.

Editor : Aditya Novrian
#Mendol #sehat #malang #kuliner #rekomendasi