Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mengapa Orem-Orem Bukan Lodeh Maupun Opor? Rahasia Bumbu Orem-Orem Malang, Cita Rasa Tradisional yang Autentik!

Devina Agustini • Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:00 WIB
Orem Orem Kuliner Khas Malang. (GoTravelly / Google)
Orem Orem Kuliner Khas Malang. (GoTravelly / Google)

MALANG, RADAR MALANG - Orem-orem khas Malang adalah hidangan tempe iris yang dimasak dalam kuah santan kuning tipis beraroma kencur kuat, bukan lodeh ataupun opor.

Keunikan kuliner tradisional Malang ini terletak pada penggunaan tempe yang sengaja disimpan agak lama (semangit) untuk menghasilkan kedalaman rasa gurih yang khas dan memikat lidah.

Bumbu Dasar yang Membentuk Identitas Orem-Orem Malang

Keunikan orem-orem berasal dari kombinasi bawang merah, bawang putih, kunyit, kemiri, ketumbar, lengkuas, jahe, serai, daun salam, dan daun jeruk yang ditumis hingga harum sebelum dimasukkan ke dalam santan.

Secara sensorik, kuah menghadirkan warna kuning alami dari kunyit dengan aroma serai, lengkuas, dan daun jeruk yang langsung tercium saat disajikan.

Tempe khas Malang yang padat menyerap kuah tanpa mudah hancur sehingga menghasilkan tekstur lembut di luar, tetapi tetap kenyal di bagian dalam.

Teknik memasukkan tempe setelah kuah matang menjadi salah satu rahasia menjaga kualitas rasa.

Mengapa Orem-Orem Bukan Lodeh Maupun Opor? Sebuah Kritik Rasa

Sayur lodeh lebih menonjolkan aneka sayuran dengan bumbu sederhana, sedangkan opor berfokus pada protein hewani serta santan yang lebih kental.

Orem-orem justru menempatkan rempah sebagai karakter utama dengan tempe sebagai pusat hidangan.

Namun, beberapa penjual modern cenderung mengurangi komposisi rempah demi efisiensi produksi.

Langkah tersebut memang mempercepat proses memasak, tetapi berisiko mengurangi cita rasa autentik yang menjadi kekuatan utama orem-orem tradisional.

Editor : Aditya Novrian
orem orem malang kuliner rekomendasi